Lava Pijar Merapi Jadi Tontonan
Sabtu, 13 Mei 2006 22:32 WIB
Klaten - Kondisi bahaya di Merapi, rupanya tidak menyurutkan orang untuk justru mendekat. Mereka berbondong datang ke lereng gunung untuk sekedar dapat melihat langsung lelehan lava pijar yang dikeluarkan Merapi. Sejak Sabtu (13/5/2006) sore banyak pengendara mobil penuh penumpang maupun motor berboncengan menuju tempat wisata Deles Indah yang berada di samping lokasi pengungsian Keputran dan Dompol. Dari nomor polisinya terpantau berasal dari Yogyakarta dan daerah di sekitar Solo. Banyak dari mereka yang dicegat aparat kepolisian dan dipaksa pulang dengan alasan tempat wisata ditutup dan jalan sepenuhnya dipakai untuk proses evakuasi warga. Petugas dengan tegas menyuruh mereka balik arah. "Ini bukan tontontan. Silakan balik," kata seorang petugas. Namun ketika malam tiba, penjagaan dan pencegatan itu justru mengendor sehingga banyak mobil dan motor yang dibiarkan naik. Tidak sedikit pula dari mereka yang telah besiap dengan bekal yang cukup untuk bermalam. Menurut para petugas, mereka beramai-ramai datang ke Deles untuk melihat langsung fenomena alam lelehan lava pijar dari puncak Merapi yang dapat terlihat dengan jelas dari lapangan parkir Deles Indah di Sidorejo jika cuaca cerah. "Mereka akan kembali turun karena jalan sudah ditutup karena kami khawatir awan panas tiba-tiba datang dengan cepat ke daerah itu. Semua Warga Deles dan petugas SAR yang biasa siaga disana sudah di pos pengungsian," ujar Eko, petugas Satlak dari Kesbanglimas Klaten. Aktivitas Penambangan BerhentiSedangkan aktivitas penambangan pasir di sungai-sungai dan kawasan Merapi melalui Deles, pada hari ini benar-benar berhenti. Tidak terlihat ada truk yang lewat mengangkut pasir. Bahkan sebagian dari truk penambang digunakan untuk mengangkut pengungsi. Secara resmi larangan penambangan pasir dengan dalih aktivitas Merapi yang meningkat telah dilakukan sejak beberapa pekan terakhir. Namun kenyataannya hingga Jumat kemarin, truk-truk pengangkut pasir masih terus beroperasi tanpa ada tindakan tegas dari petugas.
(ddn/)











































