Warga Klaten Masih Enggan Mengungsi

Warga Klaten Masih Enggan Mengungsi

- detikNews
Sabtu, 13 Mei 2006 22:02 WIB
Klaten - Warga empat desa di Kecamatan Kemalang, Klaten, yang berada di lereng Merapi dievakuasi secara massal. Namun hingga Sabtu (13/5/2006) malam masih ada warga yang menolak diungsikan. Karenanya petugas tetap bersabar untuk membujuk mereka. Di Klaten Satlak Penanggulangan Bencana (PB) Merapi menyediakan empat lokasi pengungsian. Hingga pukul 20.00 WIB, ketiga pos tersebut telah menampung 2.448 warga dari keempat desa. Warga Desa Tegalmulyo, Desa Sidorejo dan Desa Kendalsari ditampung di Pos Keputran dan Pos Dompol masing-masing menampung 931 warga dan 1.273 warga. Sedangkan 244 warga Desa Balerante ditampung di Pos Ngemplakseneng, Kecamatan Manisrenggo. Hingga Sabtu malam dipastikan masih terdapat warga yang menolak mengungsi meskipun tempat tinggalnya berada di kawasan paling berbahaya terkena muntahan lava pijar maupun awan panas dari puncak Merapi yang telah dalam status Awas. Camat Kemalang, Giyanta, mengakui adanya keberadaan warga yang menolak diungsikan tersebut. Namun dia tidak bersedia menyebutkan jumlah pasti warga yang bersikeras itu dengan alasan hingga saat ini masih dilakukan upaya persuasif terhadap mereka oleh petugas Satlak PB Merapi. "Kami berharap bujukan petugas mendapatkan hasil dan seluruh warga di daerah bahaya bersedia mengungsi. Sebab dengan tetap bertahan mereka dalam keadaan yang cukup membahayakan jika tetap bertahan," ujarnya kepada detikcom di lokasi Pos Dompol. Tentang kemungkinan evakuasi paksa, Giyanta memilih menolak menyinggung maupun menyebut cara itu. "Sebaiknya tidak menyebutnya dengan istilah tersebut. Kami tetap berharap bahwa mereka sadar kondisinya lalu bersedia menyusul yang lain untuk mengungsi," lanjutnya. Sementara itu, sesuai makam malam bersama para warga pengungsi dewasa di masing-masing pos pada malam ini terlihat banyak bergerombol di sudut-sudut lokasi pengungsian. Mereka terlihat membuat kelompok-kelompok kecil dan terlibat pembicaraan yang cukup hangat satu dengan yang lain. (ddn/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads