Sultan Perintahkan Juru Kunci Merapi Ikut Mengungsi
Sabtu, 13 Mei 2006 12:12 WIB
Sleman - Evakuasi warga di sekitar Gunung Merapi berlaku untuk semua tanpa kecuali. Ini termasuk juru kunci Gunung Merapi Mbah Marijan. Gubernur DIY Sri Sultan HB X pun memberikan perintah langsung."Dia tidak punya alasan lagi, harus ikut mengungsi," ujar Sultan di Posko PMI Sleman, Jl Kaliurang Km 20, Sabtu (13/5/2006).Sultan berada di posko tersebut untuk mengumumkan secara langsung kepada warga tentang status Merapi yang meningkat dari Siaga menjadi Awas per pukul 08.30 WIB. Warga pun diimbau mengungsi ke lokasi aman.Secara khusus Sultan berpesan kepada Mbah Marijan yang mendiami Dusun Kinahrejo agar segera turun ke barak pengungsi.Sebab lokasi kediaman Mbah Marijan tergolong paling rawan bahaya. Rumah pria berusia lebih dari 80 tahun ini berada di jalan menanjak mendekati Gunung Merapi.Sebelum status Merapi menjadi Awas, Mbah Marijan memang bersikeras berada di rumahnya meski puncak Merapi sudah mengeluarkan kepulan asap. Menurutnya, Merapi sudah biasa 'batuk-batuk'. Namun dia tetap meminta warga untuk waspada meski belum perlu mengungsi.Sebab menurut pria yang tak mau berbahasa Indonesia ini, Allah belum memberi petunjuk berupa tanda-tanda akan meletusnya Merapi. Padahal Sultan sudah meminta warga di lereng Merapi segera mengungsi."Jika Sultan meminta warga turun, berarti itu yang bicara bukan Sultan, melainkan Gubernur. Gubernur dan Sultan itu beda aturannya. Kalau dari keraton itu belum," kilah Mbah Marijan saat itu.Dia menolak ikut mengungsi karena justru di Dusun Kinahrejo dia bisa berdoa untuk keselamatan banyak orang. "Kalau saya ikut mengungsi, itu berarti saya mengejar kepentingan pribadi," ujarnya.Namun kini status Merapi sudah Awas. Sultan pun sudah memberikan perintah langsung agar Mbah Marijan turun gunung. Bagaimana Mbah?
(sss/)











































