ADVERTISEMENT

Penampakan Kapal Angkut Pasir Ilegal Pulau Rupat Riau yang Diamankan KKP

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 14 Feb 2022 18:40 WIB
Kapal pengangkut pasir ilegal ditangkap di Riau
Kapal pengangkut pasir ilegal ditangkap di Riau. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Bengkalis -

Kementerian Kelautan dan Perikanan menangkap kapal angkut pasir laut ilegal di Pulau Rupat, Bengkalis, Riau. Kapal dengan 10 ABK itu ditangkap saat akan beraktivitas di Pulau Rupat.

Kapal dengan kapasitas 1500 kubik itu ditangkap Sabtu (12/2/2022) pekan lalu. Tim KKP menangkap kapal yang disewa PT Logomas Utama untuk angkut pasir laut.

Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin mengatakan aktivitas di Pulau Rupat itu diduga ilegal. Bahkan Adin mengatakan praktik pengelolaan ruang laut dilakukan tidak sesuai ketentuan.

Dari pengumpulan bahan dan keterangan yang dilakukan, kegiatan penambangan dilakukan PT Logomas Utama tidak ada dilengkapi izin PKKPRL yang merupakan jadi salah satu persyaratan mutlak dalam pengelolaan ruang laut. Sebab, Pulau Rupat adalah Pulau-pulau Kecil Terluar (PPKT) dan izin pemanfaatannya seharusnya dari pemerintah pusat.

Nakhoda Kapal KNB-6, Irwan Syahputra Panjaitan, mengatakan kapal baru tiba dari Karimun, Kepulauan Riau. Adapun kapal disewa PT Logomas Utama untuk angkut laut pasir di Pulau Rupat.

Tidak tanggung-tanggung, kapal dengan kapasitas besar itu mampu mengangkut 1500 kubik pasir saat beroperasi. Untuk memenuhi muatan, hanya butuh waktu 6 jam.

"Kapasitas 1.500 kubik pasir. Untuk muat hanya butuh waktu sekitar 6 jam," terang Irwan ditemui di Laut Pulau Rupat, Senin (14/2).

Kepada petugas, Irwan mengaku tak tahu jika operasional mereka di Pulau Rupat itu ilegal. Termasuk soal kapan dan berapa lama kapal akan mengangkut pasir laut di Pulau Rupat.

"Saya tidak tahu, kontrak perjanjian hanya urusan kantor. Saya berangkat ke sini kan setelah ada perjanjian di kantor, tidak tahu kalau ini (ilegal)," katanya.

Sebelum tiba di Pulau Rupat, Irwan yang membawa 10 ABK itu mengaku sempat mengalami kerusakan mesin di beberapa lokasi. Setelah perbaikan, kapal akhirnya tiba dan diamankan di Pulau Rupat, Sabtu (12/2) lalu.

(mud/mud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT