Muktamar IMM Dibuka, 9 Kandidat Ketum Muncul

Muktamar IMM Dibuka, 9 Kandidat Ketum Muncul

- detikNews
Jumat, 12 Mei 2006 22:09 WIB
Ambon - Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XII baru dibuka Jumat (12/5/2006), namun telah muncul sembilan kandidat calon ketua umum. Mereka sudah mendaftar ke panitia pemilihan. Mereka yang mendaftar sebagai calon ketua umum, masing-masing, Moh Sabi'in (DPD Kalimantan Barat), Muslimin Hasbullah (DPD Sulawesi Selatan), Siar Anggreti Siagian (DPD Sumut), Amirudin (DPD Maluku, Bali, Sulawesi Tenggara, Sulut), Budi Santoso (DPD Jambi), Saleh Laela (DPD NTT), Fajar (DPD Jateng, Jabar dan DIY), Khairul Muttaqien (DPD Jatim), dan Sofyan (DPD DKI Jakarta). Dari kesembilan kandidat itu, satu orang perempuan (Immawati) juga turut mendaftar, Siar Angreti Siagian. Bahkan informasi yang beredar di arena muktamar, di Kampus Universitas Pattimura, Poka, Ambon, dia bakal didukung kaum Immawati. Selain Siar, kandidat Fajar yang diusung Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta juga memiliki kans besar. "Dia salah satu kandidat kuat," kata Yasmin Kamsurya, ketua panitia lokal Muktamar.Terkait pencalonan ketua umum DPP IMM, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Rosyad Sholeh menyatakan, ketua umum DPP IMM mendatang harus memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan organisasi kemahasiswaan ini. "Dia harus memiliki komitmen keumatan, kemasyarakatan, untuk kemaslahatan umat," ujar dia saat ditemui di arena muktamar. Masalah jabatan ketua umum, kata Sholeh, tidak perlu diminta, tapi jika kepercayaan sudah diberikan kepada seseorang, maka kepercayaan itu harus dipikul dengan penuh tanggung jawab. Sholeh juga meminta peserta muktamar untuk bermuktamar dengan tetap menegakkan nilai-nilai etika dan agama sehingga tidak menimbulkan konflik kepentingan, hanya karena soal jabatan. "Itu yang paling penting," tandas dia. Sementara Ahmad Rofiq, ketua umum DPP IMM memilih netral soal pencalonan ini. "Saya serahkan kepada teman-teman. Mana yang paling terbaik," kata Rofiq.Air SusahSementara itu, sejumlah peserta muktamar resah akibat kesulitan air bersih di lokasi penginapan. Bahkan menurut mereka, dua hari sebelum pembukaan, mereka terpaksa mandi di perumahan penduduk. "Airnya susah sekali. Kami terpaksa mandi di perumahan penduduk," kata Ardi peserta asal Jawa Barat yang diamini beberapa rekannya. Pantaun detikcom di arena muktamar, air bersih memang menjadi kendala bagi para peserta muktamar. Apalagi lokasi muktamar ini masih dalam pemulihan setelah dibakar habis saat konflik Ambon. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads