Wapres Batal Datang, Muktamar IMM Dibuka Hatta Rajasa
Jumat, 12 Mei 2006 21:42 WIB
Ambon - Rencana Wakil Presiden M Jusuf Kalla membuka Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XII di Ambon gagal. Akhirnya, Muktamar IMM dibuka oleh Menteri Perhubungan Hatta Rajasa. Informasi yang dihimpun detikcom di arena muktamar, Jusuf Kalla batal hadir, karena ada agenda di Bali. "Awalnya sudah jadi. Tapi ada agenda di Bali, mendadak Wapres batal ke Ambon dan menunjuk Hatta Rajasa untuk membukanya," kata ketua panitia lokal Muktamar, Yasmin Kamsurya, Jumat (12/5/2006) sore. Muktamar IMM ini digelar di kampus Universitas Pattimura, Poka Ambon. Saat membuka muktamar, Hatta membacakan sambutan Wapres. Dalam sambutan tertulisnya, Kalla meminta masyarakat Maluku untuk tetap hidup harmonis dalam nuansa pluralis. "Ini kekayaan kita yang seharusnya dipelihara secara baik," kata Wapres. Selain Hatta Rajasa, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin juga hadir dan memberikan tausiyah pada pembukaan muktamar tersebut. Dalam ceramahnya, Din menyatakan, Ambon mestinya oleh pemerintah pusat dijadikan sebagai model integrasi bangsa Indonesia. "Ini paling menarik. Karena usai dilanda konflik berkepanjangan, Ambon kembali berbenah dan dapat dijadikan sebagai wadah pembelajaran politik bagi anak-anak bangsa," kata Din. Dia juga meminta seluruh elit politik dan stakeholder lainnya menghentikan upaya adu domba terhadap masyarakat Maluku, khususnya Ambon. "Konflik hanya menghilangkan energi untuk membangun," tukas pria bergelar profesor ini. Kendati Din masih meragukan wawasan kebangsaan atas keindonesiaan masyarakat, namun kehidupan keberagaman dalam bingkai kebersamaan harus dipelihara. Penegasan yang sama juga datang dari Ketua Umum DPP IMM, Ahmad Rofiq. "Para elit politik supaya tidak memelihara potensi konflik," tandas dia. Dia juga meminta pemerintah pusat untuk tidak menganaktirikan suatu wilayah termasuk Maluku. Semangat kebersamaan dan keaneragaman juga disampaikan Gubernur Maluku, Albert Karel Ralahalu dalam sambutannya. "Mari jaga semangat orang bersaudara," kata gubernur. Muktamar ini akan berjalan hingga 15 Mei. Muktamar bertemakan "Praksis gerakan untuk menegakkan kembali komitmen keindonesiaan."
(asy/)











































