Meneg LH: Karena Sampah, Saya Menangis
Jumat, 12 Mei 2006 21:36 WIB
Bandung - Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar merasa prihatin dengan kondisi sampah di kota Bandung yang sudah parah. "Sebagai urang Bandung hayang ceurik (mau menangis)," katanya.Pemerintahan kota pun dinilai tidak tegas menyelesaikan masalah sampah ini. "Sampah harus ditanggulangi karena mengganggu jalan pikiran," ujar Rachmat saat ditemui di sela kunjungannya ke Taman Kanak-Kanak Assalam, Jalan Sasak Gantung, Bandung, Jum'at (12/05/2006).Ia mengaku menumpuknya sampah di Kota Bandung diakibatkan oleh perilaku penanganan sampah yang masih belum benar. Warga pun dinilainya belum memiliki kesadaran untuk mengelola sampah dengan baik. "Kita akan segera keluarkan ijin untuk tempat pembuangan sampah akhir. Yang penting sewa tanahnya jelas," ungkapnya.Kementrian LH, ditambahkan dia, akan segera mengeluarkan peringkat kota dan kabupaten se-Indonesia yang paling bersih. Rencananya, peringkat kota dan kabupaten terbersih itu akan disampaikan langsung dihadapan Presiden SBY dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Kota Bandung masih punya waktu untuk menyelesaikan masalah sampah ini. Masalah sampah bisa diatasi sedikit-sedikit," tambahnya. Saat kunjungannnya ke Assalam, Meneg LH ini sempat membagi-bagikan kantung plastik kepada warga dan pedagang. Dalam kantung plastik berwarna putih itu tertera tulisan "Harusnya Begini Kalau Buang Sampah". Rencananya, lembaga pendidikan Assalam akan membagikan sekitar 1000 kantung plastik kepada warga dan pusat perbelanjaan di Kota Bandung.
(wiq/)











































