ADVERTISEMENT

11 Orang Tewas saat Ritual di Pantai, Ini Kata Bupati Jember

Tim detikcom - detikNews
Senin, 14 Feb 2022 02:23 WIB
Bupati Jember Hendy Siswanto
Hendy Siswanto (Yakub Mulyono/detikcom)
Jakarta -

Bupati Jember Hendy Siswanto menjenguk korban ritual Pantai Payangan, Jember, yang dirawat di Puskesmas Ambulu. Hendy juga melihat kondisi korban meninggal yang masih disemayamkan.

"Hari ini warga Jember sedang terkena musibah, jam 1 dini hari tadi, yang tergabung dalam Kelompok Tunggal Jati Nusantara, menjadi korban tergulung ombak di Pantai Payangan," kata Hendy seperti dilansir detikJatim, Minggu (13/2/2022).

Hendy mengaku prihatin dengan musibah yang dialami 23 warga, saat ritual di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Bupati mengaku baru tahu ada kelompok ritual yang bernama Tunggal Jati Nusantara di wilayah Jember.

"Kami tidak mengerti ritual apa ini? Sehingga nanti yang tidak jadi korban (meninggal), akan kita tanyai detail, ada apa dari kejadian ini," katanya.

Mengingat salah satu korban selamat berinisial NH (35) warga Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Jember, adalah ketua kelompok ritual tersebut.

Sehingga nantinya, kata Hendy, akan diketahui langkah apa yang bisa dilakukan untuk menangani persoalan tersebut.

"Syukur alhamdulillah dari kejadian ini, untuk 11 korban meninggal sudah ketemu semua. Mungkin nanti akan dilakukan otopsi kemudian dilanjutkan diserahkan kepada pihak keluarga," ucapnya.

Untuk selanjutnya, lanjut Hendy, langsung dimakamkan pihak keluarga.

Menanggapi kasus serupa dinilai sering terjadi di wilayah Pantai Payangan itu, Bupati akan melakukan pendekatan secara agama. Berkoordinasi dengan OPD terkait dan para pemuka agama.

"Sehingga kami akan melakukan pembinaan kepada masyarakat sekitar. Untuk memberikan edukasi dan penguatan soal agama," ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi di lokasi wisata yang dikenal indah, juga dekat dengan Teluk Love nya itu, Bupati Hendy akan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat.

"Karena yang saya tahu, saat pagi hari tidak ada yang jaga (lokasi wisata). Apalagi sekarang juga musim ombak besar. Jadi kami imbau wisatawan untuk taat aturan di lokasi wisata," ujarnya.

"Termasuk saat sudah diingatkan warga setempat untuk lebih berhati-hati. Lebih bijaksana untuk menghargai imbauan itu. kan sudah diingatkan oleh Pak Saladin (Juru Kunci setempat), agar tidak melakukan kegiatan itu. Jadi tolong hargai imbauan itu. Karena tentunya juga berdampak pada pengelola wisata setempat," imbuhnya.

Simak video 'Ritual Laut Berujung Maut di Jember, Pencarian Korban Terakhir Ditemukan':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/rfs)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT