Walkot Semarang Uji Coba Parkir Elektronik di 4 Ruas Tepi Jalan

Nada Zeitalini Arani - detikNews
Minggu, 13 Feb 2022 20:34 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mulai lakukan uji coba parkir elektronik di ruas tepi jalan umum Kota Semarang. Menurutnya uji coba sistem parkir elektronik telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang pada 4 ruas tepi jalan.

"Kita mengujicobakan sistem parkir elektronik di empat ruas jalan yaitu Jalan MT Haryono mulai dari simpang Pringgading - Jalan Sidorejo, Jalan Agus Salim mulai dari simpang Pekojan - Bubakan, Jalan Wahid Hasyim mulai dari simpang Kauman - simpang Benteng, dan Jalan Pekojan mulai dari simpang Pekojan - Jalan Inspeksi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (13/2/2022).

Adapun tarif parkir yang dikenakan pada sistem parkir elektronik ini sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 70 tahun 2021 tentang pelayanan parkir di tepi jalan umum adalah untuk kendaraan sepeda motor sebesar 2.000 rupiah dan mobil sebesar 3.000 rupiah.

Pria yang akrab Hendi ini pun menargetkan penerapan parkir elektronik di tepi jalan umum akan mampu menangani problematika parkir liar. Oleh sebab itu ia berharap masyarakat dapat mendukung penggunaan sistem parkir elektronik di Kota Semarang.

"Kita ingin lebih tertib dan transparan dalam pengelolaan parkir. Harapannya, melalui sistem parkir elektronik ini nantinya tidak ada lagi yang bermain-main dengan retribusi parkir," tegas Hendi. "Dengan penerapan ini maka ada kepastian tarif dan resmi masuk negara ke kas daerah, selain itu juga pendataannya lebih jelas karena real time," tutur Hendi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan menuturkan, ada sekitar 34 juru parkir yang telah mengikuti penyuluhan dan pelatihan terkait penerapan parkir elektronik pada bulan Januari lalu. Danang menjelaskan sistem tersebut akan dijalankan mulai pukul 09.00 pagi hingga 17.00 sore, sedangkan pada malam hari masih menggunakan sistem parkir manual.

Uji coba rencananya akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan. Pada bulan pertama, petugas akan melakukan evaluasi, bimbingan, dan peringatan kepada jukir. Pada bulan kedua, Dishub akan melakukan penertiban.

"Jika jukir enggan menerapkan parkir elektronik akan diganti dengan jukir lainnya istilahnya adalah dipecat. Lalu setelah masa uji coba serta dilakukan evaluasi, kedepannya penerapan parkir elektronik bisa ditambah di ruas-ruas jalan lain seperti Depok, Thamrin dan Gajah Mada. Sehingga tidak ada lagi transaksi tunai di lapangan," tutur Danang.

Dijelaskan pula oleh Danang, jika pasca penerapan sistem parkir elektronik terdapat kenaikan pendapatan.

"Pendapatannya sudah ada kenaikan, dari hari pertama 1.6 juta saat ini sudah 2.3 - 2.5 tapi rata-rata 2.3 juta hari," ucapnya.

Adapun, parkir elektronik di kota Semarang ini menggunakan aplikasi QRIS yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Kota Semarang. Sistem pembayaran parkir bisa memakai transaksi non-tunai melalui Shopee Pay, OVO, Gopay, maupun mbanking yang sudah mendukung scan barcode QRIS. Para juru parkir langsung mendapatkan bayarannya melalui rekening.

"Mereka dapat 40% dari uang masuk itu, tiap hari langsung bisa masuk rekening masing-masing, ditampung di rekening pemerintah daerah, malamnya di split dari total 1 hari itu." jelas Danang.

"Kendala pasti ada, merubah kebiasaan tidak mudah. Mengajak mereka ke cashless susah, ada saja alasannya. Kita inginnya tidak ada transaksi tunai di lapangan, jadi kan lebih aman. Tapi ya susah merubah kulturnya susah, tukang parkir sendiri susah," imbuhnya.

(ega/ega)