Seluruh Pos Pengungsian Merapi di Klaten Kosong

Seluruh Pos Pengungsian Merapi di Klaten Kosong

- detikNews
Jumat, 12 Mei 2006 18:55 WIB
Klaten - Seluruh pos pengungsian Merapi di Kabupaten Klaten hari Jumat (12/5/2006) ini dalam keadaan kosong. Satlak penanggulangan bencana (PB) Merapi Kabupaten Klaten bertekat akan mengevakuasi warga jika dalam kondisi paling rawan, warga masih tetap bersikeras bertahan. Wapres Jusuf Kalla Kamis kemarin menginstruksikan dalam satu satu atau dua hari warga yang menghuni kawasan di radius 12 km dari puncak Merapi harus diungsikan. Perintah tinggal perintah, namun warga punya kemauan sendiri. Jumat pagi ini misalnya, tidak satu pun warga penghuni lereng Merapi dari daerah Klaten yang bersedia tinggal di tiga pos pengungsian yang disiapkan Satlak PB Merapi Klaten. Ketiga tempat itu berada di Desa Nglempakseneng serta Desa Keputran dan Desa Dompol di Kecamatan Kemalang. Semula Pos Ngemplakseneng dihuni oleh 35 warga Desa Balerante, sedangkan Pos Keputran dan Dompol masing-masing menampung 986 dan 937 warga dari Desa Tegalmulyo dan Sidorejo. Namun berangsur-angsur pengungsi itu memilih pulang dan puncaknya adalah hari ini. Samiadji, Ketua Wakil Bupati Klaten yang juga menjadi Ketua Satlak PB Merapi Klaten mengaku tidak bisa berbuat banyak atas kenekatan warga tersebut. Dia hanya bisa mengimbau agar para pengungsi bersedia kembali ke pos pengungsian terutama warga lanjut usia, balita, ibu hamil dan warga sakit. Yang dilakukan timnya saat ini adalah kembali menggalakkan sosialisasi kerawanan kondisi Merapi, apalagi aktivitas gunung paling aktif di dunia tersebut semakin hari semakin meningkat. Dari langkah-langkah sosialisasi yang semakin diintensifkan tersebut, diharapkan tumbuh kesadaran suka rela dari warga. Namun, lanjut Samiadji, jika hingga pada saat kondisi kerawanan di Merapi telah memuncak dan warga tetap tidak bersedia mengungsi maka langkah yang akan dilakukan adalah evakuasi paksa. Pemaksaan itu wajib dilakukan untuk menghindarkan korban jiwa pada penduduk akibat terkena dampak letusan. "Jika status telah ditetapkan menjadi 'awas' maka kami akan mengevakuasi paksa. Pelaksanaannya kami akan dibantu aparat dari militer dan kepolisian yang didatangkan dari seluruh jajaran di Wilayah Surakarta sehingga prosesnya berjalan cepat," ujar Samiadji kepada wartawan di Pos Dompol. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads