Gubernur Jateng: Tanda Letusan Merapi Makin Kelihatan

Gubernur Jateng: Tanda Letusan Merapi Makin Kelihatan

- detikNews
Jumat, 12 Mei 2006 18:50 WIB
Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto menyatakan, tanda-tanda letusan Gunung Merapi makin kelihatan. Ia meminta warga waspada dan segera bersiap dievakuasi. "Kondisi Merapi cukup kritis. Ini diindikasikan dengan luncuran lava pijar sejauh 1,5 km dan munculnya awan panas atau bisa disebut wedhus gembel. Saya berharap warga meningkatkan kewaspadaannya," kata Mardiyanto kepada wartawan di kantornya, Jl. Pahlawan Semarang, Jum'at (12/5/2006). Mardiyanto menambahkan, kapan dan seberapa besar letusannya tidak bisa diprediksi. Satu dua hari mendatang, BPPTK (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tekonologi Kegunungapian) akan mengevaluasi untuk memberi peringatan lanjutan, apakah status 'siaga' akan menjadi 'awas'. "Sampai saat ini, status Merapi masih 'siaga'. Namun tanda-tanda ke arah status 'awas' sudah terlihat," tandasnya. Orang nomor satu di Jateng itu menjelaskan, evakuasi akan dilakukan pada kelompok rentan seperti orang tua, perempuan hamil, anaka, atau orang sakit. Sementara, kelompok lain akan dievakuasi kemudian atau bisa saja mereka mengungsi tanpa menunggu instruksi. Mardiyanto mengaku sudah berkoordinasi dengan 3 daerah yang berdekatan dengan Merapi yakni, Boyolali, Klaten, dan Magelang. Pemprov meminta pemerintah setempat menginventaris warganya, mengecek tempat pengungsian, dan melakukan sosialisasi bahaya Merapi. "Saya tidak akan menggunakan istilah evakuasi paksa ketika kondisinya sudah kian kritis. Warga pasti paham, mereka harus mengungsi dalam kondisi tersebut. Yang penting, kita terus menghimbau warga untuk mengungsi dan menyiapkan segala prasarana untuk itu," paparnya. Dari pemerintah pusat, Pemprov Jateng mendapat bantuan dana sebesar Rp 15 M untuk penanggulangan letusan Merapi Dana itu langsung diberikan ke 3 daerah sekitar Merapi dan digunakan untuk konsumsi, akomodasi, dan transportasi para pengungsi. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads