Polisi Jateng Waspadai Pengendara Motor Berboncengan

Polisi Jateng Waspadai Pengendara Motor Berboncengan

- detikNews
Jumat, 12 Mei 2006 18:30 WIB
Semarang - Belakangan ini, perampokan dengan kekerasan di Jateng meningkat drastis. Polda Jateng meminta warga mewaspadai pengendara motor berboncengan dengan gelagat yang mencurigakan. Seperti apa? Tanda yang dapat dikenali dari perampok adalah pengendara memarkir motornya dalam kondisi mesin hidup, pengendara memarkir motornya membelakangi pintu toko atau bangunan, dan helm pengendara tidak dilepas. "Kami berharap masyarakat secara secepatnya memberitahukan jika ada pengendara motor seperti itu. Ini langkah awal agar tindak kejahatan bisa ditangani dengan mudah," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Imam Yadi Suhartono di kantornya, Jl. Pahlawan Semarang, Jum'at (12/5/2006). Tanda-tanda lain yang patut dicurigai sebagai perampok adalah nomor polisi sepeda motor kabur atau dikaburkan, dan gelagat yang tidak wajar. "Setelah kami pelajari, tindak-tanduk perampok memang seperti itu," imbuhnya. Sabtu (9/5), perampokan terjadi di Jalan Kanfer Nomor 36 Perum Kalisalak, Batang, ditaksir mencapai Rp 6 juta. Pada hari yang sama, perampokan juga terjadi di Toko Emas Leo, Pasar Welahan, Jepara. Tukang becak yang mangkal di sekitar lokasi, Mustain (56) tertembak di lehernya. Dua hari berikutnya, Kamis (11/5), perampokan terjadi di dua tempat berbeda (Kabupaten Semarang dan Kota Semarang). Perampok berhasil membawa kabur mobil Kijang Nopol K 7647 DA seharga Rp 126 juta dan sepeda motor Honda Kharisma Nopol H 3914 SL senilai Rp 13 juta. Dan terakhir, Jum'at (12/5) dini hari, perampok kembali beraksi. Kali ini, di Desa Majegan, Kec. Tulung, Klaten. Selain kehilangan harta benda senilai Rp 20 juta, korban Supadi juga kena sabetan clurit. "Kami sudah berhasil mengidentifikasi pelaku. Kemungkinan besar kejahatan ini dilakukan satu kelompok. Kami sedang mengejarnya," kata Imam. (nrl/)


Berita Terkait