Satu NFT Video Kecelakaan Bamsoet-Sean Terjual di OpenSea, Laku Segini

Muhamad Yoga Prastyo - detikNews
Jumat, 11 Feb 2022 23:02 WIB
Bamsoet
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo mengungkapkan video kecelakaan dirinya bersama Sean Gelael yang dirilis di OpenSea laku terjual. Video tersebut dihargai 5.0943 ETH dari harga yang ditawarkan sebesar 5 ETH.

Bamsoet pun menyebut, sementara baru satu video yang sudah dirilis. Masih ada banyak video dan foto lagi yang akan dirilis sebagai aset digital Non-Fungible Token (NFT) di OpenSea. Namun hasil penjualan tersebut akan disumbangkan untuk pembangunan rumah ibadah.

"Mengingat langkah saya terjun ke dunia NFT adalah untuk menguatkan ekonomi digital Indonesia, sekaligus mendorong generasi muda memanfaatkan perkembangan dunia digital untuk mendapatkan kemanfaatan ekonomi," ucap Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (11/2/2022).

Menurutnya, negara juga tidak boleh ketinggalan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi ekonomi digital. Pemanfaatan teknologi ekonomi digital tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan penerimaan negara.

Bamsoet pun menuturkan bahwa NFT adalah aset digital yang unik karena tersimpan di blockchain yang mewakili objek dunia nyata seperti seni, musik, video, game, dan lainnya. Setelah berhasil dimint, NFT akan selamanya tersimpan sehingga tiap perpindahan atau transaksi NFT akan tercatat dalam blockchain.

Keberadaan NFT, tambahnya, dapat dijadikan sumber pendapatan baru bagi para pembuat konten. Ini merupakan peluang emas bagi generasi muda yang memiliki tingkat kreativitas tinggi untuk membuat karya dan dijual melalui NFT.

"Terlebih dengan adanya kemajuan teknologi informasi tersebut, target pasar yang bisa didapat tidak hanya dari dalam negeri saja, melainkan bisa diakses oleh berbagai orang dari seluruh penjuru negara dunia," ujarnya.

Berdasarkan catatan The Block Crypto, transaksi NFT secara global pada Januari 2022 mencapai USD 6,89 miliar atau sekitar Rp 98,7 triliun. Platform OpenSea mendominasi pasar NFT dengan volume perdagangan di blockchain Ethereum OpenSea yang mencapai USD 4,1 miliar dari total perdagangan NFT global.

Sementara itu, mengutip catatan Kementerian Perdagangan Indonesia, Bamsoet menyebut per Desember 2021 nasabah cryptocurrency dari berbagai jenis seperti Utility Token, Asset-Backed Token, Security Token, Decentralized Finance, hingga Non-Fungible Token (NFT), sudah mencapai 11 juta orang.

Angka ini mengalami lonjakan sangat tinggi dibanding tahun 2020 yang berkisar di bawah 5 juta orang. Akumulasi nilai transaksi aset Crypto pada tahun 2021 meningkat hingga Rp 859,45 triliun hanya dalam waktu satu tahun, atau rata-rata per hari mencapai Rp 2,3 triliun.

"Karenanya Indonesia sudah harus mulai mempertimbangkan adanya Kementerian Ekonomi Digital, yang bisa memanfaatkan perkembangan ekonomi digital dunia untuk kemakmuran Indonesia," pungkasnya.

(fhs/ega)