Abaikan Wabah Flu Burung, 5 Pejabat Cina Dipecat
Jumat, 12 Mei 2006 15:20 WIB
Beijing - Pemerintah Cina menunjukkan ketegasan dalam penanganan flu burung. Pemerintah Beijing memecat lima pejabat di Provinsi Sichuan karena dianggap gagal merespons wabah flu burung pada unggas.Kelima pejabat dari wilayah Dazhu ini terbukti bersalah atas kelalaian tugas dan ketidakmampuan merespons munculnya wabah flu burung di provinsi tersebut. Demikian diberitakan harian lokal, China Daily yang mengutip surat edaran pemerintah Cina.Antara 22 dan 25 Desember, sekitar 1.800 ayam dan bebek mati di Desa Liuyan, Kota Yangjia di wilayah Dazhu. Seorang peternak di Desa Liuyan melaporkan kematian mendadak sejumlah ayam dan bebek di peternakannya kepada dua dari lima pejabat itu pada 24 Desember. Namun mereka tidak mengambil tindakan apapun.Pejabat lainnya, wakil kepala pusat karantina hewan wilayah tersebut, tidak berbuat apa-apa ketika mendapati kematian unggas di Desa Liuyan. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/5/2006).Dua pejabat lainnya yang dipecat adalah ketua Partai Komunis di kota tersebut serta direktur biro peternakan setempat. Keduanya tidak mempedulikan kasus tersebut meski telah mengetahui adanya wabah flu burung di wilayahnya.Tak lama setelah kasus flu burung pada unggas itu, tiga orang di Sichuan dipastikan terjangkit virus flu burung.
(ita/)











































