ADVERTISEMENT

Akses Warga Magetan Terhalang Selokan Tetangga, ke Rumah Harus Via Sawah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Feb 2022 14:42 WIB
selokan halangi akses jalan rumah di magetan
Selokan yang menghalangi akses jalan dua warga di Magetan. (Sugeng Harianto/detikjatim)
Jakarta -

Akses jalan dua rumah warga di Dusun Belud, Desa Sukowidi, Kartoharjo, Magetan, Jawa Timur, tertutup karena terhalang selokan. Selokan tersebut diketahui dibangun oleh tetangganya.

Dilansir detikjatim, Jumat (11/2/2022), pemilik rumah yang aksesnya ditutup itu tidak bisa keluar menuju jalan utama desa menggunakan kendaraan. Dua pemilik rumah yang aksesnya tertutup adalah Partini dan Jumadi PB.

Berdasarkan pantauan detikJatim, akses jalan rumah Partini dan Jumadi PB terhalangi lubang selokan sepanjang sekitar 3 meter. Selokan yang berupa cangkulan tanah masih baru tersebut mempunyai kedalaman sekitar 50 cm. Aroma tak sedap juga muncul dari selokan tersebut.

Salah satu pemilik rumah yang aksesnya tertutup, Partini, mengaku tidak ingin ribut dengan tetangganya perihal masalah ini. Meskipun selokan itu menghalangi jalannya.

"Gimana, ya, dilihat sendiri saja. Saya ndak mau ribut lagi gegara ini. Akses saya dibuatkan selokan, jadi ndak bisa lewat," ujar Partini (48) kepada detikJatim.

Partini menceritakan selokan yang melintang di akses jalan itu dibuat oleh tetangganya, Sungkono (60). Menurutnya, Sungkono menggali tanah sehingga menjadi selokan pada Selasa (8/2). Selain menghalangi jalan keluarganya, lanjut Partini, selokan menutup akses jalan keluarga Jumadi PB yang rumahnya bersebelahan dengannya.

"Ini kemarin sebelum Selasa kejadiannya. Siapa namanya yang nutup tanya sendiri orangnya. Selain keluarga saya, akses jalan juga untuk Pak Jumadi terhalangi, itu rumahnya selatan saya," kata Partini.

Partini mengatakan sejak dahulu jalan itu dipakai untuk umum menuju jalan utama desa yang berjarak sekitar 300 meter. Kini dia mengaku pasrah kepada perangkat desa atas permasalahan tersebut.

"Ini jalan sejak dahulu untuk umum menuju jalan utama. Tapi biarkan saja saya pasrah ke perangkat desa," kata Partini.

Hal senada disampaikan oleh Jumadi (50), yang juga mengalami penutupan akses jalan. Dia juga pasrah dan tidak mau ambil pusing terkait penutupan itu.

Jalan Lewat Sawah

Partini mengaku saat ini kalau hendak ke luar rumah, dia harus memutar jalan melalui persawahan. Dirinya terpaksa membuat jalan dengan memasang gorong-gorong di jalan menuju sawah yang sebelumnya hanya bambu.

"Saya lewat jalan yang biasanya untuk ke sawah warga," ujar Partini.

"Saya sudah pasrah biar perangkat yang mengurusi selokan, ini kemarin saya dan pak Jumadi beli gorong-gorong dipasang ke saluran air yang dekat sawah," imbuh Partini.

Partini menjelaskan, dia juga menguruk jalan depan rumahnya agar bisa dilalui sepeda motor. Hal itu dilakukan bersama Jumadi agar keduanya memiliki akses jalan keluar.

"Bersama Pak Jumadi akhirnya mengurung jalan depan rumah biar bisa dilewati sepeda motor. Semoga nanti ada yang peduli dengan permasalahan ini. Dibantu warga tetangga juga ini meratakan uruk," terangnya.

Dia menjelaskan akses jalan melalui jalan persawahan tersebut tersambung dengan jalan antar RT yang menghubungkan jalan utama desa. Dengan melewati jalan persawahan tersebut Partini berarti memutar sejauh sekitar 1 km untuk menuju jalan utama desa.

"Memutar ada kalau 1 km lewat akses jalan persawahan. Sebenarnya dekat kalau tidak ada selokan yang melintang karena hanya 300 meter saja," ungkapnya.

RT Mediasi Warga

Sementara itu, Ketua RT setempat Sugito membenarkan soal adanya perselisihan warga hingga ada aksi bikin selokan yang menghalangi akses jalan.

"Betul itu warga saya sudah berapa hari lalu dan ini masih dilakukan mediasi oleh perangkat desa," terang Sugito.

(zap/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT