Buat Onar dan Ancam Warga Pakai Parang, Pria di Sumut Ditangkap Polisi

ADVERTISEMENT

Buat Onar dan Ancam Warga Pakai Parang, Pria di Sumut Ditangkap Polisi

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 11 Feb 2022 10:35 WIB
Ilustrasi buron, buronan, buron ditangkap (Andhika-detikcom)
Ilustrasi Penangkapan Pelaku Kejahatan (Andhika/detikcom)
Simalungun -

Seorang pria berinisial HM (29) di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), ditangkap polisi. Pria itu dibekuk lantaran membuat onar dengan mengancam warga memakai senjata tajam (sajam).

Kapolres Simalungun AKBP Nicolas Dedy Arifianto membenarkan informasi adanya pria yang meresahkan warga karena membawa senjata tajam pada Kamis (10/2/2022). Polisi saat itu langsung mendatangi lokasi untuk menangkap pria tersebut.

"Informasi disampaikan warga kepada personel Polsek Parapat, dan dengan segera langsung mendatangi TKP (tempat kejadian perkara) tersebut untuk mengamankan pria tersebut," kata Dedy dalam keterangannya, Jumat (11/2).

Dia menjelaskan awalnya polisi mendapat laporan warga Desa Sibaganding tentang adanya pengancaman yang dilakukan HM kepada warga desa setempat sambil membawa parang. Lalu, polisi mendatangi rumah HM untuk mengimbau, tapi HM malah mengancam polisi dengan parang sambil berkata 'pergi kalian, jangan pijak rumahku, ku bunuh kalian semua'.

Upaya membujuk juga tetap dilakukan untuk menenangkan HM, namun dia malah menyerang Kanit Intelkam Polsek Parapat Ipda R Simanjuntak dengan parang dan mengenai telapak tangan sebelah kanan. Melihat hal itu, petugas memberi peringatan berupa tembakan ke udara sebanyak dua kali, tapi HM mengacuhkan peringatan itu.

Mengingat HM tetap mengacungkan senjata tajamnya ke arah warga yang dapat membahayakan, polisi langsung melumpuhkan HM dengan melakukan tindakan tegas terukur berupa penembakan ke arah tangan kirinya saat memegang senjata tajam. Pria itu pun langsung diamankan polisi.

"Selanjutnya, Ipda R Simanjuntak dan pelaku HM dibawa ke RSUD Parapat untuk mendapatkan perawatan," ucap Dedy.

Hingga kini, polisi belum menjelaskan secara detail motif pelaku berbuat onar dan mengancam warga.

(dhm/fas)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT