Bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Seniman-Budayawan Keluhkan soal Izin-Dana

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 10 Feb 2022 23:58 WIB
Jokowi terima kunjungan seniman seni pertunjukan di Istana Negara
Jokowi terima kunjungan seniman seni pertunjukan. (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Sejumlah seniman seni pertunjukan, salah satunya Butet Kartaredjasa, dan budayawan hari ini diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Ada dua masalah utama yang dikeluhkan para seniman dan budayawan tersebut kepada Presiden Jokowi, yaitu perizinan dan pendanaan.

"Yang tadi telah dinyatakan oleh beliau bahwa sementara itu masih mengacu pada pedoman lama pertunjukan di dalam gedung itu bisa sampai dengan 50% kapasitas gedung," kata Butet usai melakukan pertemuan dengan Jokowi, seperti yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (10/2/2022).

Butet menambahkan pada Maret mendatang bakal ada aturan baru soal kapasitas penonton di dalam gedung. Butet menyebut pemerintah sedang menggodok aturan tersebut.

"Tapi diperkirakan mulai Maret ini mungkin akan bertambah. Jadi bisa 70 atau 80%, sedang diolah oleh pemerintah kepastiannya. Bulan Maret nanti akan diumumkan. Sehingga, orang yang menikmati seni pertunjukan di gedung bisa lebih banyak," ungkapnya.

Menurut Butet, Presiden Jokowi berkomitmen mendorong kegiatan seni budaya. Presiden Jokowi, sebut dia, tak ingin kegiatan seni budaya di Tanah Air mati.

"Yang kedua, Presiden juga menyatakan mendorong kegiatan seni budaya tetap harus berlangsung dan tak boleh mati, harus tetap jalan meskipun setiap daerah punya otonominya sendiri untuk mengatur, asalkan semuanya nanti terjadi dengan standar protokol kesehatan yang disepakati dan diatur oleh pemerintah," tuturnya.

Seniman lainnya, Ratna Riantiarno, mengeluhkan perizinan kapasitas penonton kepada Presiden Jokowi. Ratna mengaku sering kali menemui kendala saat mengajukan perizinan di daerah.

"Kita hari ini sudah cukup bahagia dengan semua apa yang dikatakan Pak Jokowi. Tapi memang kadang-kadang perintah yang di atas seperti apa, di bawahnya susah. Jadi kami juga minta tolong juga diperhatikan pengurusan perizinan."

"Misalnya, walaupun sudah dibilang 50% atau lebih, tapi di bawah bilang ada 25%, ya perizinan dari polres, polda, itu sangat sulit, sehingga kita juga, kalau bisa harus dibantu mengenai itu supaya semuanya kita bisa tampil prima pada waktunya," tuturnya.