Soal Soeharto, SBY Harus Belajar Tegas dari Ahmadinejad
Jumat, 12 Mei 2006 11:49 WIB
Jakarta -
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dikenal tegas. Sedangkan Presiden SBY dianggap peragu. Bersikap soal Soeharto, SBY harus belajar tegas dari cara Ahmadinejad bersikap terhadap AS.Cap peragu diberikan kepada SBY lantaran mengendapkan kembali proses hukum mantan Presiden Soeharto."Presiden itu harus bertindak tegas. Ahmadinejad ini dahsyat. SBY mesti belajar dari dia," cetus pakar komunikasi politik UI Effendy Ghazali kepada detikcom di Jakarta, Jumat (12/5/2006).Dari segi komunikasi politik, Effendy melihat Ahmadinejad memiliki strategi bicara yang tenang dan sederhana. Dia tidak banyak berjanji, tapi menjelaskan apa yang akan dia lakukan.Presiden Iran itu juga berani melakukan kontra hegemoni terhadap AS, dengan mempromosikan hubungan pertemanan sejajar tanpa menjadi budak. Sedangkan SBY masih tidak jelas sikapnya. Tidak ada tim SBY yang bisa menunjukkan kontra hegemoni."Di Republik BBM sebenarnya saya menyampaikan pesan pada pemerintah untuk berani bersikap dan tidak ikut-ikutan, tapi nggak sampai nih ke mereka," selorohnya.Menurut Effendy, proses hukum Soeharto adalah isu yang tidak bisa diselesaikan tiga pemerintahan terdahulu. SBY pun jika tidak bisa tegas, semestinya tidak menyentuh isu ini.Effendy malah bertanya-tanya siapa sebenarnya yang berkepentingan dalam kasus Soeharto. Apalagi momennya bertepatan dengan peringatan Tragedi 12 Mei 1998 yang merupakan awal kejatuhan Soeharto."Kita lihat saja dua atau tiga hari ke depan, ada ralat tidak dari Yusril (Mensesneg Yusril Ihza Mahendra). Nanti kelihatan siapa yang punya intention," tandasnya.
(fay/)










































