Celaka! Semua Kasus Diendapkan

Fahri Hamzah:

Celaka! Semua Kasus Diendapkan

- detikNews
Jumat, 12 Mei 2006 11:32 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengendapkan status hukum mantan Presiden Soeharto. Keputusan itu sangat tidak jelas. Protes pun kembali mengalir."Seorang pemimpin itu tugasnya membuat keputusan. Selalu ada kontroversi. Tapi kalau semua kasus diendapkan dan dibiarkan hilang dengan sendirinya, itu celaka bagi bangsa Indonesia karena tidak pernah clear," kata anggota DPR dari FPKS Fahri Hamzah kepada detikcom, Jumat (12/5/2006).Dikatakan oleh Fahri, di Indonesia ini banyak sekali orang yang bermain dan banyak kasus mengambang."Kasus ekonomi saja seperti konglomerat, BLBI, UUK diambangkan, apalagi kasus politik. Kalau ingin transisi, ini bisa diselesaikan satu persatu, ya harus diputuskan. Tapi tentunya butuh leadership dan tidak ngeper digertak," tegasnya.Masalah utama bangsa kita hari ini adalah tumpukan masa lalu yang tidak diselesaikan dan bahkan menjadi duri dalam daging bangsa. Maka tugas utama pemerintah adalah melakukan penuntasan masalah demi masalah. Atas dasar itu, menuntaskan perkara mantan presiden termasuk Soeharto harus cepat dan komprehensif. Sebab kenyataannya masalahnya sangat sensitif dan mengganggu sekali.Fahri Hamzah adalah mantan Ketua KAMMI yang pada tahun 1998 sangat getol mengusung reformasi dan meminta Presiden Soeharto lengser. Bahkan pada 20 Mei 1998 massa KAMMI siap menggelar demo besar-besaran bersama Amien Rais di Monas. Namun rencana itu diurungkan karena dianggap situasi keamanan tidak mendukung."Saya prihatin sebagai anak muda dan anggota DPR, pemerintah tidak tough dalam mengambil keputusan. Seyogianya setiap keputusan itu jangan di-drive dengan popularitas dan kampanye, tapi demi kepentingan publik dan bangsa ke depan," kata Wakil Ketua FPKS ini.Fahri Hamzah juga mengaku kurang setuju jika masalah Soeharto digantung, apapun alasannya. Karenanya bahkan kalau perlu pemeriksaan medis harusnya menggunakan jasa tim dokter PBB, supaya orang menerima hasilnya dengan puas dan supaya Soeharto dalam masa tuanya jangan disakiti seperti ini. (san/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads