ADVERTISEMENT

Prasetyo: Saya Menangis, Baru Pertama Kali Ketua DPRD Dilaporkan ke BK

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 09 Feb 2022 17:48 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (kiri) menjawab pertanyaan wartawan di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (13/2/2020). Kedatangan Prasetyo Edi tersebut untuk mengonfirmasi surat dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Menteri Sekretaris Negara yang juga Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka Pratikno yang menyatakan telah mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta untuk menggelar formula E 2020 di kawasan Monas namun ternyata belum ada rekomendasi dari TACB. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta -

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengaku sedih dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK). Bahkan dia menyebut belum ada Ketua DPRD selain dirinya yang dilaporkan ke BK oleh anggotanya.

"Saya miris sebagai pimpinan Pak. Saya menangis sebagai pimpinan Pak, sedih saya. Baru pertama kali di DPRD, se-Indonesia, ada ketua DPRD di-BK-kan, dilaporkan," kata Prasetyo di dalam Ruang Rapat DPRD DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (9/2/2022).

Pras--sapaan akrabnya--dilaporkan ke BK oleh 7 fraksi di DPRD DKI penolak interpelasi Formula E. Namun, politikus PDIP itu memandang pelaporan ini akan jadi contoh buruk bagi pemimpin periode berikutnya.

"Kasihan Pak nanti kalau ada yang jadi ketua dewan belakang saya, kalah ada seperti ini. Kasihan Pak, ini jadi contoh Pak. Kalau saya sudah mati, wah tuh, Ketua DPRD Pras pernah saya BK-kan. Ini jadi contoh yang tidak baik," jelasnya.

Pras lantas menyinggung soal Ketua BK DPRD yang menghadiri rapat badan musyawarah menjadwalkan interpelasi Formula E. Bahkan tak ada interupsi saat Prasetyo menanyakan persetujuan penjadwalan interpelasi. Pras kemudian meminta BK bijak dalam menerima laporan.

"Saya minta kedewasaan Bapak-Ibu, menerima laporan boleh, coba lihat sendiri. Bapak ada semua kok, Bapak bisa debat di situ kok," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI. Kepada BK, Prasetyo merasa tak melakukan pelanggaran administrasi terkait penjadwalan paripurna interpelasi Formula E.

Pantauan di Ruang Rapat Paripurna di DPRD DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu (9/2/2022), Prasetio mengenakan kemeja putih dan jaket biru dongker. Dia tampak memasuki ruangan didampingi oleh sejumlah anggota Fraksi PDIP.

Prasetio duduk menghadap 9 anggota BK DPRD DKI Jakarta. Usai rapat dibuka, Ketua BK DPRD DKI Achmad Nawawi meminta Prasetyo memberikan penjelasan mengenai awal mula paripurna interpelasi dijadwalkan dalam rapat badan musyawarah.

"Dapat jelaskan situasi dalam rapat bamus? Penetapan rapat interpelasi tidak ada di dalamnya?" tanya Nawawi kepada Prasetyo.

Prasetyo lantas menjelaskan rapat bamus digelar pada 27 September 2021. Dalam rapat itu ada tujuh agenda rapat bamus. Adapun usulan supaya paripurna interpelasi Formula E segera diagendakan disampaikan oleh anggota Bamus di tengah rapat.

"Terima kasih diberi kesempatan klarifikasi permasalahan saya, yang pada 27 September 2021 di dalam forum bamus, bahwasanya ada 7 agenda rapat bamus. Dan yang terakhir adalah usulan dari rapat bamus yaitu mengenai hak interpelasi," jawab Prasetyo.

Dia lantas mempertanyakan letak kesalahannya. Pasalnya, sebelum menyetujui paripurna interpelasi, dia terlebih dahulu menanyakan kepada anggota yang hadir dalam rapat tersebut.

Simak juga 'Anies Beri Alasan Kenapa Formula E Harus Terlaksana':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT