ADVERTISEMENT

Turis Jepang Minta Pemprov Bali Promosi PeduliLindungi di LN Biar Tak Bingung

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 09 Feb 2022 17:16 WIB
Ilustrasi Bali (Angga Riza/detikcom)
Ilustrasi Bali (Dok. detikcom)
Denpasar -

Peserta Familiarization (FAM) Trip asal Jepang meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mempublikasikan penerapan aplikasi PeduliLindungi di luar negeri (LN). Hal itu dilakukan agar wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali tidak kebingungan.

"Sehingga ketika wisatawan datang mereka sudah mengetahui bahwa wisatawan harus mengisi hal tersebut, jadi wisatawan tidak kebingungan," kata salah satu peserta FAM Trip asal Jepang, Makane, dalam keterangan tertulis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, Rabu (9/2/2022).

Seperti diketahui, program FAM Trip ini dicetuskan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Peserta FAM Trip asal Jepang ini tiba di Bali melalui penerbangan langsung (direct flight) perdana dari Narita-Denpasar.

Penerbangan perdana tersebut menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan membawa sebanyak 12 penumpang. Mereka terdiri atas 6 orang warga negara Indonesia (WNI) dan 6 warga negara asing (WNA).

Makane menuturkan, sejak tiba di Bali, dari turun di airport sampai hotel, dia mendapat pelayanan yang sangat memuaskan. Dia mengaku sangat senang saat sampai di hotel, karena diperbolehkan berwisata di lingkungan hotel dan menggunakan fasilitas khusus yang ada di sana.

Menurut Makane, hal itu akan menjadi suatu keunggulan bagi para wisatawan yang datang ke Bali. Dia juga melihat masyarakat lokal sangat taat terhadap protokol kesehatan (prokes). Makane pun sangat diapresiasi ketaatan prokes tersebut.

Karena itu, Makane melihat bahwa pelayanan di Bali begitu luar biasa. Ia pun mengaku bakal mempromosikan Bali di Jepang agar warga di sana berkunjung ke Bali.

"Untuk pelayanan dan semua hal terkait Bali sudah sangat luar biasa, saya akan mempromosikan Bali di Jepang sehingga wisatawan mau berkunjung ke Bali", ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Pemasaran Area 2 Kemenparekraf Utari Widyastuti menjelaskan bahwa para peserta asal Jepang ini mengikuti paket paket warm up vacation serta mengikuti surat edaran yang berlaku.

"Dan para peserta telah melakukan karantina selama 4 hari di Hotel Grand Hyatt, dan kami sangat berterima kasih atas kerja sama pemerintah daerah dalam program ini, diharapkan ini dapat menjadi masukan positif bagi kebangkitan ekonomi Bali", ujarnya.

Utari menjelaskan, warming up vacation ini berbeda dengan karantina. Salah satu perbedaannya adalah pelayanan hotel yang diberikan kepada pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yakni tidak dengan membatasi hanya tinggal di kamar saja. Para PPLN tetapi lebih leluasa beraktivitas di sekitar hotel.

(nvl/nvl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT