M Nuh di HPN 2022: Pers Saudara Kandung Eksekutif-Yudikatif-Legislatif

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 09 Feb 2022 12:39 WIB
Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh di acara puncah Hari Pers Nasional 2022 di Kendari, Sultra (Yogi Ernes/detikcom)
Foto: Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh di acara puncah Hari Pers Nasional 2022 di Kendari, Sultra (Yogi Ernes/detikcom)
Kendari -

Puncak acara Hari Pers Nasional (HPN) 2022 yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), telah rampung. Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh mengatakan pers punya peran penting bagi demokrasi di Indonesia.

"Pers dan demokrasi sebagai setali mata uang. Bahkan ada yang mengatakan salah satu pilar demokrasi bersama-sama (lembaga) eksekutif, legislatif, dan yudikatif," kata M Nuh di Kendari, Rabu (9/2/2022).

"Jadi ibaratnya pers itu saudara kandung dengan (lembaga) eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Satu bapak dan satu ibu yaitu Ibu Pertiwi, NKRI," sambungnya.

Menurut M Nuh, kehadiran pers memiliki peran penting seperti tiga 'saudara' lainnya. Ibarat keluarga, M Nuh berharap ke depannya kesejahteraan para insan pers seiringan dengan yang dirasakan oleh tiga lembaga tersebut.

"Oleh karena itu dalam keluarga yang baik, sehat. Sehat nalar dan etika, dan terhormat, tidak ada saudara yang rela atau abai saudaranya terlunta-lunta bahkan mati kelaparan. Namun yakinlah, bahwa kita semua ini keluarga yang baik dan terhormat memiliki saudara-saudara yang baik," jelas M Nuh.

Dia menambahkan, pers juga punya fungsi sebagai kontrol sosial. Dia mengatakan pers sebagai 'anak bungsu' sering buat repot karena harus mengkritik demi kontrol sosial.

"Eksekutifnya baik, legislatifnya baik dan yudikatifnya baik. Pasti punya keinginan yang kuat agar pers sebagai anak bungsu, saudara paling kecil punya kehidupan yang sehat dan kuat," tambahnya.

"Memang pers itu terkadang, bahkan seringkali membuat repot saudara-saudaranya yang lain. Itulah yang sering diingat dan dianggap ngerepoti, karena kritiknya," ucapnya.

Lebih lanjut M Nuh pun kembali menyinggung soal regulasi publisher rights yang kini tengah didorong untuk dijadikan undang-undang. M Nuh meminta dukungan penuh dari pemerintah soal regulasi tersebut.

"Dunia Pers memerlukan payung hukum untuk melindungi dirinya lewat publisher rights. Alhamdulillah, drafnya sudah kami sampaikan kepada Pak Menko Polhukam dan Kominfo, beberapa bulan yang lalu. Kami yakin dan berharap insyaallah dalam waktu tidak terlalu lama payung hukum tersebut segera terbit untuk melindungi kami insan pers dari bahayanya hujan dan teriknya matahari," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, mengaku bangga Kota Kendari telah dipilih menjadi tuan rumah dari gelaran acara peringatan HPN 2022. Dia menyebut peringatan HPN yang digelar tiap tahun merupakan bentuk apresiasi negara terhadap insan pers Indonesia.

"Peringatan Hari Pers Nasional yang setiap tahun diselenggarakan adalah bentuk apresiasi negara atas peran pers yang begitu besar dalam berbagai aspek pembangunan. Tahun 2022 ini HPN diselenggarakan di Kota Kendari Sulawesi Tenggara dan tentu merupakan kebanggaan dan kehormatan serta memberikan keberkahan tersendiri," tutur Ali.

Simak Video 'Jokowi: Kritik-Masukan Pers Sangat Penting Bagi Pemerintah':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/jbr)