SBY Diminta Jangan Ikuti Kroni Soeharto di Pemerintahan
Jumat, 12 Mei 2006 07:34 WIB
Jakarta - Anggota DPR dari FPDIP Permadi meminta agar SBY tidak mengikuti keinginan kroni-kroni Soeharto yang saat ini masih berada di pemerintahan. "Soeharto itu memanipulasi Supersemar. Dia juga harus bertanggung jawab terhadap peristiwa pembantaian tiga juta warga yang dituduh terlibat PKI," cetus Permadi kepada detikcom di sela-sela acara Malam Solidaritas Palestina Komite Nasional untuk Rakyat Palestina yang digelar di Hotel Hilton, Jakarta, Kamis (11/5/2006).Permadi juga menyalahkan jika sampai SBY mengambil langkah mencabut Tap MPR No XI tahun 1998. Menurutnya, isi Tap MPR tersebut tidak semata bertujuan mengusut korupsi yang dilakukan oleh Soeharto tetapi termasuk kroni-kroninya."Kalau sampai SBY mendeponir atau menghentikan, apa pun itu bertentangan dengan Tap MPR, konsekuaensinya sangat berat," ujarnya tanpa menjelaskan konsekuensi apa yang akan diterima Presiden SBY jika sampai mencabut Tap MPR tersebut.Pria yang gemar memakai pakaian hitam ini lalu membeberkan segala dosa Soeharto. Antara lain Soeharto adalah presiden yang memulai masalah Freeport karena pada era kepemimpinannya Freeport masuk ke Indonesia. Selain itu Soehartolah yang mengizinkan perusahaan asing untuk menguras minyak dan kekayaan alam lainnya di Indonesia."Dia mengeluarkan keppres untuk anak-anaknya, merambah hutan untuk kroni-kroninya," ujar Permadi.Permadi meminta proses hukum terhadap Soeharto tetap dilanjutkan. Dia mencontohkan, di negara luar ada seorang pemimpin yang berusia 95 tahun tapi karena kesalahannya, dia tetap disidang namun dilakukan secara in absentia."Yang penting prosesnya harus dilaksanakan secara adil," tegasnya.
(bal/)











































