Satgas Gandeng 25.000 Lebih Kader PKK Jadi Duta Perubahan Perilaku

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 08 Feb 2022 21:27 WIB
Satgas COVID-19
Foto: Satgas COVID-19
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 menggandeng Tim Penggerak PKK untuk mendorong perubahan perilaku dalam pencegahan penularan COVID-19. Kerja sama ini dilakukan melalui pembekalan kepada lebih dari 25.000 kader PKK Pro Sehat Duta Perubahan Perilaku di 514 kabupaten/kota se-Indonesia.

Pembekalan dilakukan secara virtual dan dibuka oleh Ketua Satgas COVID-19 Letjen TNI Suharyanto. Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto menekankan pentingnya pemahaman perilaku hidup bersih dan sehat, serta cara pencegahan penularan melalui penerapan protokol kesehatan. Di samping itu, ia juga meminta kader PKK untuk ikut mensosialisasikan hal tersebut secara langsung ke masyarakat.

"Selain itu, kader PKK diminta membantu pemerintah untuk mendorong komitmen masyarakat dalam berbagai upaya penanganan COVID-19, melalui 3M, 3T dan percepatan vaksinasi," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/2/2022).

Suharyanto menyampaikan, keterlibatan seluruh lapisan masyarakat diperlukan dalam mendorong perubahan perilaku yang patuh dengan protokol kesehatan. Hal ini bertujuan guna mencegah penularan virus.

"Masyarakat harus menjadi subjek perubahan dan ibu adalah sosok panutan bagi keluarga dan masyarakat," ungkapnya.

"Apalagi di tengah peningkatan kasus penularan seperti sekarang, penting bagi kita untuk kembali patuh dan disiplin dalam menjalani protokol kesehatan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," tambah Suharyanto.

Lebih lanjut, Suharyanto mengatakan, keluarga menjadi kelompok terkecil di masyarakat yang berperan penting dalam mendorong perubahan perilaku. Selain itu, sosok ibu penting dalam menjaga kesehatan mental anggota keluarganya di masa pandemi, serta menjaga imunitas tubuh dan memastikan anggota keluarga dapat beraktivitas dengan produktif.

"Ibu diharapkan dapat menjadi teladan bagi anggota keluarga lain dengan memberi contoh penerapan protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat kepada anggota keluarga yang lain," paparnya.

Oleh karena itu, ia berharap dengan hadirnya kader PKK sebagai Duta Perubahan Perilaku dapat meningkatkan kesehatan di masyarakat.

"Bergabungnya PKK sebagai Duta Perubahan Perilaku diharapkan dapat menjaga status kesehatan masyarakat dan membawa kita bersama menuju Indonesia bebas pandemi," pungkas Suharyanto.

Sebagai informasi, turut hadir dalam pertemuan tersebut para Ketua Tim Penggerak PKK seluruh Indonesia. Adapun materi pembekalan bagi kader PKK mencakup pengetahuan tentang COVID-19, cara pencegahannya melalui penerapan 3M, perilaku hidup bersih dan sehat, cara menjaga kesehatan mental keluarga, serta manfaat vaksinasi.

Pembekalan diberikan langsung oleh Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19 Nasional, Sonny Harry B Harmadi dan Ketua Pokja 4 Tim Penggerak PKK Pusat, Safriati Safrizal. Usai pembekalan, para Kader PKK Pro Sehat Duta Perubahan Perilaku akan turun ke lapangan, untuk mengedukasi masyarakat sebagai upaya pengendalian lonjakan kasus.

Dalam pertemuan ini, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat juga memberikan penghargaan dan apresiasi dalam bentuk hadiah kepada Tim Penggerak PKK Provinsi dan kader PKK terbaik dengan kriteria jumlah kumulatif edukasi masyarakat terbanyak. Penghargaan ini merupakan salah satu upaya memotivasi seluruh kader PKK untuk memberikan kontribusi terbaik, dan mendukung upaya pemerintah mengendalikan COVID-19 di Indonesia.

(fhs/ega)