ADVERTISEMENT

Eksepsi-Penangguhan Penahanan Ditolak Hakim, Dekan Unri Tetap Ditahan

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 08 Feb 2022 18:26 WIB
Penangguhan penahanan ditolak, dekan Unri cabuli mahasiswa tetap ditahan
Penangguhan penahanan ditolak, dekan Unri cabuli mahasiswa tetap ditahan. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Pekanbaru -

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru akhirnya menolak penangguhan penahanan dan eksepsi Dosen Universitas Riau, Syafri Harto. Syafri, yang didakwakan kasus pencabulan mahasiswi, tetap ditahan di rumah tahanan.

Penolakan itu disampaikan majelis hakim yang diketuai Estiono dalam sidang di PN Pekanbaru sore ini. Di mana Syafri Harto mengajukan eksepsi dan penangguhan di sidang sebelumnya.

"Semua ditolak (eksepsi dan penangguhan penahanan). Ditolak hakim tadi," ucap JPU Kejaksaan Negeri Pekanbaru Zulham Pane di kantornya, Selasa (8/2/2022).

Atas penolakan itu, Syafri Harto kini tetap ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Riau. Sedangkan sidang tetap dilanjutkan untuk pemeriksaan pokok perkara terkait dugaan cabul yang dilakukan sang dosen.

Zulham Pane mengatakan Syafri Harto sebelumnya didakwa pasal berlapis. Pasal-pasal itu adalah Pasal 289 dan Pasal 294 ayat (2) KUHP.

"Ancaman tertinggi 9 tahun dan 7 tahun penjara. Itu pasal dalam dakwaan yang kami bacakan," imbuh Zulham, yang juga menjabat Kasi Pidum Kejari Pekanbaru.

Diketahui, kasus dugaan pencabulan ini mencuat setelah video pengakuan seorang mahasiswi, LM, soal pelecehan seksual di kampus Unri viral. Mahasiswi itu mengaku menjadi korban pelecehan yang diduga dilakukan Dekan FISIP Unri Syafri Harto.

Wanita dengan wajah yang disamarkan itu mengaku sebagai mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional angkatan 2018 yang sedang menjalani bimbingan skripsi. Dia mengaku mengalami pelecehan pada akhir Oktober lalu di lingkungan kampus.

Mahasiswi itu mengaku dicium dan dipeluk Syafri saat bimbingan. Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi oleh korban LM didampingi lembaga bantuan hukum (LBH) Pekanbaru.

Polisi lalu menetapkan sang dekan sebagai tersangka.

Syafri bersikukuh membantah tudingan itu. Dia kemudian melaporkan balik mahasiswi tersebut ke Polda Riau terkait pencemaran nama baik dan UU ITE. Selain itu, Syafri Harto mengancam akan menuntut korban Rp 10 miliar.

Dalam perjalanan kasus, Rektor Unri Prof Aras Mulyadi menonaktifkan Syafri Harto dari jabatan dekan dan tenaga pendidik. Penonaktifan ditandatangani Rektor Aras Mulyadi, Selasa (21/12/2021) lalu.

Selanjutnya, berkas perkara Syafri Harto dilimpahkan ke Kejaksaan, Senin (17/1) lalu. Setelah diperiksa kelengkapan berkas dan kesehatan, Syafri Harto pun keluar dari ruang Tahap II Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Pekanbaru memakai baju tahanan.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Jaja Subagja mengatakan ada beberapa alasan Syafri Harto ditahan. Hal itu sesuai Pasal 20 ayat (2) dan 21 KUHAP, JPU berwenang melakukan penahanan.

"Alasannya karena sudah cukup alat bukti, dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, mempersulit persidangan dan jangan sampai mengulangi perbuatan," tegas Jaja.

Jaja mengatakan Syafri Harto, yang merupakan seorang dosen dan dekan, harus menjadi contoh bagi mahasiswanya.

"Dia itu figur, seharusnya seorang dekan, dosen ya jadi role model, contoh di dunia pendidikan, mahasiswa, dan masyarakat. Maka kita lakukan penahanan," katanya.

(ras/mud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT