Sulit Islah, PKB Muhaimin Cari Dukungan SBY

Sulit Islah, PKB Muhaimin Cari Dukungan SBY

- detikNews
Jumat, 12 Mei 2006 06:11 WIB
Jakarta - Perseteruan di antara kedua kubu PKB tampaknya masih akan terus berlanjut. Bahkan sudah lima bulan tidak ada pembicaraan islah diantara kedua kubu. PKB kubu Muhaimin pun menemui SBY untuk mencari dukungan."Sudah 5 bulan ini tidak ada pembicaraan itu lagi. Tapi selalu ada komunikasi," jelas Ketua DPP PKB hasil Muktamar Semarang Muhaimin Iskandar usai menemui Presiden SBY di Wisma Negara Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (11/5/2006).Tujuan pertemuan PKB kubu Muhaimin dengan Presiden SBY adalah untuk meminta kesediaan SBY hadir dalam peringatan Hari Lahir (harlah) PKB Ke-8 yang akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang. Dijelaskannya, Presiden SBY meminta PKB jadi penggerak utama gerakan Islam moderat dan partai yang memilki ideologi kebangsaan yang kokoh."Kami sampaikan ingin lebih berperan aktif dalam proses demokrasi. Yaitu dengan mengembangkan partai lebih kualitatif dan minta pemerintah tidak risau dengan perbedaan didalam partai," imbuh Muhaimin.Mengenai kehadiran Wapres Jusuf Kalla dalam pembukaan Mukernas dan Munas Alim Ulama yang digelar PKB kubu Anam, seperti dituturkan Muhaimin, SBY sempat mempertanyakan maksud kehadiran Kalla. Menurut Muhaimin, SBY tidak ingin terlibat dalam perbedaan kedua kubu tersebut."Presiden kaget mengapa harus datang pada perbedaan yang ada. Karena pemerintah tidak boleh masuk dalam wilayah perbedaan itu. Beliau sempat menelpon Pak Kalla saat Pak Kalla mau berangkat. 'Urusannya apa? Apa tidak malah peruncing perbedaan?. Akhirnya solusinya adalah harus ada sikap yang independen pemerintah tidak masuki wilayah internal," urainyaDalam pertemuan itu SBY juga menyampaikan tidak menghendaki adanya perpecahan seperti yang terjadi sekarang. SBY meminta dualisme ini diselesaikan secara baik-baik ke dalam. Tidak melibatkan pihak dari luar partai."Kita minta presiden agar pemerintah menjadi bagian dari upaya penyatuan atau tidak panas-panasi perbedaan. Beliau setuju itu, dan PKB harus tidak ada lagi perbedaan itu," ujar pria yang juga keponakan Gus Dur ini.Mengenai islah, Muhaimin menegaskan hal itu harus dijalankan melalui kebersamaan alamiah. Tidak ada rekayasa islah atau perbedaan yang diperuncing."Kita ingin selalu berangkulan. Jalan saja dulu," tegasnya. Seperti diketahui, kedua kubu PKB ini berupaya mencari dukungan pemerintah. PKB kubu Anam berhasil mengundang Wapres Jusuf Kalla dalam pembukaan Mukernas dan Munas Alim Ulama yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede pada 9 Mei lalu. Kubu Anam mengklaim kehadiran Wapres Jusuf Kalla sebagai tanda dukungan pemerintah atas keabsahan PKB pimpinannya. (bal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads