Survei KPAI: 61% Ortu Setuju PTM 100% Meski COVID Menanjak, 39% Menolak

ADVERTISEMENT

Survei KPAI: 61% Ortu Setuju PTM 100% Meski COVID Menanjak, 39% Menolak

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 08 Feb 2022 10:28 WIB
Sekolah di Jakarta menggelar tatap muka terbatas hari ini. Kapasitas ruang kelas bisa terisi 100 persen dengan durasi belajar 6 jam.
Ilustrasi Sekolah Tatap Muka (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan survei singkat persepsi orang tua (ortu) murid tentang pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah melonjaknya kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia. Hasilnya, sebanyak 25% ortu mengusulkan agar PTM dihentikan dulu.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengatakan survei singkat KPAI dilakukan menggunakan aplikasi Google Drive dengan diikuti oleh 1.209 partisipan. Survei berlangsung pada 4-6 Februari 2022 dan hanya meliputi partisipan di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mendorong evaluasi PTM di tiga wilayah tersebut.

Dari 1.209 partisipan survei didominasi DKI Jakarta sebanyak 74%, Jawa Barat 20%, Banten 4%, dan wilayah selain ketiga daerah itu sebanyak 2%. Pekerjaan responden adalah guru/dosen 8% dan selain guru/dosen 92%. Adapun jenjang pendidikan anak-anak para responden yang terbanyak adalah SMA/SMK/MA/SLB mencapai 71%, SMP/MTs/SLB 15% dan SD/MI/SLB 14%.

"Survei singkat ini untuk mengetahui pandangan orang tua terkait kebijakan PTM 100 persen di wilayah PPKM level 1 dan 2. Juga usulan orang tua untuk perbaikan kebijakan PTM demi melindungi dan memenuhi hak-hak anak di masa pandemi, yaitu hak hidup, hak sehat dan hak atas pendidikan. Karena setiap kebijakan pendidikan, seharusnya mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak, keselamatan anak di atas segalanya," kata Retno dalam keterangan tertulis, Selasa (8/2/2022).

Hasil Survei KPAI

Dalam survei KPAI terungkap mayoritas orang tua menyetujui kebijakan PTM 100 persen meski kasus Omicron terus meningkat di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Responden yang menyetujui kebijakan PTM 100 persen berjumlah 61%, sedangkan yang tidak menyetujui kebijakan tersebut berjumlah 39%.

"Meskipun jumlah yang tidak menyetujui lebih kecil dari yang menyetujui kebijakan PTM 100 persen, namun pemerintah tak boleh mengabaikan suara mereka. Kelompok ini yang harus difasilitasi 'izin orang tua untuk anaknya mengikuti PTM' di semua level PPKM. Karena ketika kebijakan PTM 100 persen maka izin orang tua tidak ada lagi, padahal ada 39% orang tua khawatir anaknya mengikuti PTM dan berharap dapat memilih serta dilayani PJJ," ucapnya.

Lihat juga video 'Kebijakan Pemerintah yang Dipertanyakan di Tengah Lonjakan Covid-19:

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT