Mentan: Gajah yang Mati Kok CPO Kita Malah Ditekan?

Mentan: Gajah yang Mati Kok CPO Kita Malah Ditekan?

- detikNews
Kamis, 11 Mei 2006 19:00 WIB
Pekanbaru - Apa hubungannya gajah mati dengan harga CPO? Entahlah. Yang jelas, gara-gara kematian gajah di Riau, harga CPO Indonesia ditekan di pasaran dunia. Menteri Pertanian Anton Apriantono pun uring-uringan."Masak gajah yang mati, CPO kita mendapat tekanan dunia internasional. Sedangkan di Irak banyak orang mati, harga minyak malah naik. Ini kan jelas tidak adil buat kita," gerutu Anton.Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers di Hotel Aryaduta, Jl Diponegero Pekanbaru, Rabu malam hingga menjelang pergantian waktu ke Kamis (11/5/2006)."Giliran di tempat kita banyak gajah yang mati, mereka melakukan penekanan harga CPO. Apa hubungannya?" imbuhnya.Dia menjelaskan, sejauh ini tekanan dunia internasional terhadap harga CPO Indonesia belum sampai pada tahap mengurangi nilai jual. Sifatnya baru sebatas tekanan semata. Sehingga Anton tidak merasa risau terhadap tekanan itu."Belum ada kok sampai mengurangi nilai jual harga CPO kita. Tekanan sih memang ada dari dunia internasional. Tapi saya merasa itu tidak adil," kata Anton enteng.Ada HubungannyaKalau Anton menganggap remeh soal isu lingkungan seperti kematian gajah di Riau terhadap harga CPO Indonesia, lain halnya dengan Menteri Kehutanan MS Kaban.Kaban menyebutkan, belum lama ini NGO internasional mempublikasikan ke seluruh dunia tentang adanya 15 ekor gajah mati di Riau dalam setahun ini. Kondisi itu jelas akan mempengaruhi nilai jual produk Indonesia di mata internasional.Dia mengambil contoh ketika kasus kebakaran hutan melanda Sumatera beberapa tahun lalu. Waktu itu dunia internasional melakukan kampanye soal nasib orangutan di Indonesia yang terancam punah akibat kebakaran hutan. Kondisi tersebut menurunkan harga jual CPO Indonesia di pasaran internasional."Waktu itu harga CPO kita turun 2 sampai 4 dolar AS per ton. Ini semua gara-gara NGO internasional mengklaim orangutan di Indonesia terancam punah akibat kebakaran hutan. Jadi kalau soal kematian gajah ini tidak ditangani serius, bukan tidak mungkin harga CPO kita ini bisa turun lagi antara 5 sampai 6 dolar per ton," jelas Kaban.Tekanan dunia internasional terhadap CPO Indonesia yang dilakukan NGO internasional, lanjut Kaban, terkait habitat gajah di Riau yang dianggap telah dialihfungsikan menjadi kawasan perkebunan kelapa sawit. Jadi tekanan itu sangat erat hubungannya antara gajah mati dengan harga CPO Indonesia."Saya minta semua pihak dalam memperluas usaha perkebunan sawit di Riau jangan sampai mengorbankan habitat gajah yang ada. Marilah kita bersama menyelamatkan satwa liar yang dilindungi itu," imbau Kaban.Jadi, jangan lagi anggap remeh kematian gajah! (sss/)


Berita Terkait