ADB Targetkan Bantuan US$ 80 Juta untuk Aceh-Nias

ADB Targetkan Bantuan US$ 80 Juta untuk Aceh-Nias

- detikNews
Kamis, 11 Mei 2006 17:57 WIB
Banda Aceh - Asian Development Bank (ADB) menargetkan pencairan dana bantuan sebesar US$ 80 juta tahun in untuk Aceh dan Nias. Hingga Desember 2005, ADB telah mencairkan dana bantuan sebesar US$ 35 juta. "Selama tahun 2005, pelaksanaan kegiatan bantuan ADB untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh dan Nias mengalami berbagai hambatan. Perubahan sistem anggaran pemerintah tahun lalu ikut menyebabkan keterlambatan dalam pelaksanaan kegiatan ADB," jelas Kepala Kantor Perwakilan ADB Pieter Smidt dalam jumpa pers di kantor ADB, Banda Aceh, Kamis (11/05/2006). "Tapi sebagian masalah sudah bisa diatasi dan proyek ADB bisa berjalan lancar kembali," imbuhnya. Disebutkannya, berbeda dengan NGO dan lembaga donor lain, dana bantuan ADB disalurkan melalui anggaran pemerintah. Sementara pelaksanaan kegaitan dilakukan oleh pemerintah dan NGO. "Tetapi, untuk mempercepat kegiatan, sebagian dana bantuan ADB di Aceh sekarang ini tidak disalurkan melalui anggaran pemerintah," imbuhnya. Sampai saat ini, bantuan ADB untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh-Nias mencapai US$ 300 juta. Dana tersebut disalurkan untuk proyek bantuan darurat untuk gempa bumi dan tsunami sebesar US$ 290 juta, sumbangan untuk Multi Donor Fund senilai US$ 10 juta, bantuan hibah dari pemerintah Jepang US$ 10 juta, bantuan hibah dari pemerintah Inggris, Belanda, Kanada dan Luxemburg US$ 10 juta dan pemograman kembali proyek pinjaman senilai US$ 53 juta. Dana bantuan ini disalurkan untuk proyek perumahan, pendidikan, perbaikan jalan, penyediaan listrik, pertanian, perikanan, usaha kecil, irigasi, kesehatan, air bersih, sanitasi dan pengawasan keuangan. "Tahun lalu kami membantu dibukanya kembali kantor KPKN di Aceh. Kami mendorong transparansi di sana. Semua transaksi yang dilakukan pemerintah kini bisa dilihat di sana secara terbuka," ujar Smidt. Ditambahkannya, tahun ini juga ADB membantu dana untuk pembukaan kantor BPK dan KPK di Aceh. Sementara itu, prioritas ADB lainnya pada tahun ini mempercepat pembangunan perumahan untuk pengungsi tsunami. Awal Mei, ADB mulai pembangunan rumah untuk pengungsi tsunami di kawasan Lamdingin dan Gampong Pande di Banda Aceh. Selanjutnya, ADB akan mendanai pembangunan 7.600 rumah baru tipe 36 dan memperbaiki 1.500 rumah yang rusak termasuk memperbaiki sarana pemukiman yang rusak. Jumlah tersebut termasuk dalam target 78.000 rumah baru yang ingin dicapai BRR pada tahun ini. (nrl/)


Berita Terkait