Hewan & Hasil Tani Pengungsi Merapi Sebaiknya Dibeli Pemerintah

Hewan & Hasil Tani Pengungsi Merapi Sebaiknya Dibeli Pemerintah

- detikNews
Kamis, 11 Mei 2006 17:46 WIB
Solo - Di saat aktivitas Merapi semakin mengkhawatirkan, sebagian besar pengungsi telah meninggalkan barak-barak pengungsian. Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengusulkan perlu dilakukan pendekatan manusiawi serta adanya jaminan keamanan maupun harta benda mereka yang berharga. Hal itu ditegaskan Hidayat kepada wartawan sebelum memimpin apel siaga relawan PKS untuk Merapi di Pos Pengungsian Keputran, Kemalang, Klaten (Kamis 11/5/2006). Pos tersebut saat ini dalam kondisi kosong, padahal sebelumnya dihuni 986 warga Tegalmulyo yang kini kembali ke rumah masing-masing. Selain kejenuhan setelah cukup lama berada di barak pengungsian tanpa ada kejelasan, aktivitas Merapi memang naik turun, menurut Hidayat, juga berpengaruh bagi niatan pengungsi untuk kembali. Selain itu juga masih ada lagi alasan keamanan harta miliknya serta nasib hewan maupun hasil pertaniannya. Karena itulah Hidayat meminta pihak keamanan harus berani menjamin keamanan rumah dan kekayaan warga agar tenan selama mengungsi. Selain itu dia mengusulkan Pemerintah Daerah mengambil inisiatif membeli hewan-hewan piaran serta hasil pertanian milik yang berada dalam kawasan bahaya Merapi. "Hal tersebut perlu dipikirkan agar warga memiliki ketenangan dan tidak lagi memikirkan harta yang ditinggalkan selama mengungsi. Jika memang tidak bisa diupayakan dari kas daerah, bisa saja dengan menggandeng lembaga zakat atau lembaga sosial untuk ikut membantu pemecahannya," ujar pria kelahiran Klaten ini. "Hal lain yang juga penting adalah jalinan komunikasi yang dibangun. Semua pengungsi harus diperlakukan dengan baik. Mereka harus di-uwongke (dimanusiakan). Semua itu merupakan terobosan yang harus dilakukan agar mereka dapat terhindar dari bahaya," lanjutnya. Setelah dari Pos Pengungsian Keputran yang sudah kosong melompong, selanjutnya Hidayat meninjau Pos pengungsian Dompol. Di Pos tersebut semula dihuni oleh 937 warga asal Desa Sidorejo ditambah 22 warga Tegalmulyo. Namun pada Kamis sore pengungsi yang bertahan tinggal 174 orang. Selebihnya memilih untuk pulang ke rumah masing-masing sejak Rabu malam hingga Kamis siang tadi. Alasan yang disampaikan hampir sama dengan kepulangan warga Tegalmulyo sebelumnya yaitu jenuh, kangen rumah, hewan dan tanaman yang telah tidak terurus selama tiga pekan. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads