Anies: Keterisian RS DKI 60%, Pasien Dirawat Gejala Berat-Sedang Hanya 12%

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 07 Feb 2022 16:36 WIB
Ilustrasi Ruang Perawatan COVID-19. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warganya tidak panik meski kasus COVID-19 (Corona) melonjak. Dia mengatakan, dari 60 persen angka keterisian rumah sakit, hanya 12 persen di antaranya yang bergejala berat dan sedang.

"Tidak perlu panik kenapa? Angka keterisian RS di Jakarta ini 60%. Tapi dari 60% itu sesungguhnya yang berat dan sedang jumlahnya 12% jadi yang 48% itu sesungguhnya tidak harus berada di RS, hanya 12% yang sedang dan berat," kata Anies usai menggelar rapat bersama Kapolda Metro dan Pangdam Jaya di Balai Kota, Jakarta, Senin (7/2/2022).

Anies mengimbau warga yang tidak mendapatkan tempat untuk isolasi mandiri segera menghubungi gugus tugas tingkat RW. Nantinya gugus tugas akan membantu mencarikan tempat isolasi bagi warga yang terpapar COVID gejala ringan.

"Tidak panik artinya bila terpapar, bila tidak ada tempat, maka hubungi gugus tugas di RW untuk bisa dapat isolasi terpadu," ujarnya

Anies juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Anies menyebut sejauh ini vaksinasi di Jakarta berjalan lancar.

"Artinya memang penularannya tinggi tapi tingkat keparahannya itu tidak tinggi. Jadi kepada masyarakat Jakarta kita mengimbau untuk mengurangi kegiatan di luar, melakukan segalanya virtual dan bila bergejala maka datangi fasilitas kesehatan itu intinya. Dan tentang vaksinasi di Jakarta kita sudah bisa lihat angkanya insyaallah vaksinasi relatif aman," imbuhnya.

Anies juga berbicara mengenai penambahan kapasitas fasilitas kesehatan (faskes) di tengah melonjaknya kasus COVID-19. Dia menyebut penambahan faskes dilakukan bertahap.

"Ya begini tentu kita semua bersiap tetapi melakukan peningkatannya juga bertahap supaya warga yang membutuhkan untuk penyakit-penyakit lain tetap bisa tertangani," kata Anies.

Anies ingin rumah sakit diisi oleh pasien COVID dengan gejala sedang hingga berat. Sementara untuk gejala ringan, Anies menyarankan agar dirawat dan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Karena kita ingin agar yang benar-benar di rumah sakit adalah pelayanan yang sedang serius dan berat. Kalau yang ringan semua masuk rumah sakit, maka nggak akan cukup rumah sakit. Karena itu lah yang ringan apalagi tanpa gejala jangan ke rumah sakit," ujarnya.

Sebelumnya, DKI Jakarta kembali melaporkan peningkatan bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di 140 rumah sakit rujukan COVID-19. Tercatat, BOR isolasi RS COVID-19 DKI menembus 63%, sedangkan BOR ICU 31%.

Angka ini merujuk data jumlah tempat tidur dan pasien ICU 140 RS COVID-19 DKI Jakarta yang dilaporkan Pemprov DKI Jakarta per 4 Februari 2022.

Dilihat detikcom, tempat tidur isolasi COVID-19 saat ini terisi 3.572 dari 5.678 yang disiapkan atau 63%. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 2% dibandingkan BOR isolasi RS COVID-19 pada Kamis (3/2) lalu sebesar 61%.

Sedangkan ICU terisi 220 pasien dari total 701 tempat tidur yang disiapkan. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 1% dari sebelumnya sebesar 30%.

DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadi provinsi yang melaporkan penambahan kasus terbanyak. Berdasarkan data kasus COVID-19 yang dipublikasikan Humas BNPB, Minggu (6/2) DKI Jakarta melaporkan penambahan kasus Corona terbanyak. Data diperbaharui setiap hari per pukul 12.00 WIB. Ada sebanyak 15.825 penambahan kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15.531 merupakan transmisi lokal dan 294 lainnya pelaku perjalanan luar negeri.




(dek/idn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork