ADVERTISEMENT

Koster: Kenaikan Kasus COVID di Bali Sudah Lampaui Puncak Delta

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 07 Feb 2022 08:48 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster (Sui Suadnyana/detikcom)
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster (Sui Suadnyana/detikcom)
Denpasar -

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan kenaikan kasus Corona di wilayahnya sudah melebihi kasus harian tertinggi pada saat varian delta tahun 2021. Dia meminta warganya tidak panik tapi tetap mewaspadai varian Omicron.

"Saya mengimbau, mengingatkan, menegaskan, dan mengajak seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, harus tetap waspada menghadapi pandemi COVID-19 varian Omicron yang telah meningkat dengan sangat cepat," kata Koster dalam keterangan tertulis, Senin (7/2/2022).

Koster menuturkan sejak Minggu (16/1) terjadi peningkatan kasus harian menjadi 2 digit (14 kasus), kemudian meningkat menjadi 3 digit (139 kasus) pada Rabu (26/1), dan sudah mencapai 4 digit (1.501 kasus) pada Kamis (3/2). Bahkan pada Sabtu (5/2) terjadi kasus harian tertinggi yaitu 2.038 kasus positif baru.

"Kenaikan kasus ini sudah melebihi kasus harian tertinggi pada Varian Delta tahun 2021," kata Koster.

Sampai pada Minggu (6/2) muncul kasus baru sebanyak 1.918 orang dengan jumlah yang sembuh 196 orang dan meninggal 7 orang. Jumlah kesembuhan secara kumulatif mencapai 88,84%.

Kemudian kasus aktif per Minggu (6/2) total 9.887 terdiri atas 954 (9,65%) dirawat di rumah sakit, 1.551 (15,69%) di isolasi terpusat, 7.382 (74,66%) di isolasi mandiri.

"Jumlah yang sembuh jauh di bawah jumlah kasus baru harian, yang mengakibatkan beban perawatan di rumah sakit dan di isolasi terpusat," ucap Koster.

Meski demikian, Koster menegaskan sampai saat ini penanganan kasus COVID-19 di Bali dapat dikelola dengan baik. Ketersediaan tempat tidur, baik di rumah sakit, di isolasi terpusat tersedia dalam jumlah yang memadai.

Begitu pula dengan ketersediaan obat-obatan dan oksigen serta kesiapan tenaga kesehatan, baik di rumah sakit maupun di isolasi terpusat juga masih dalam jumlah yang memadai.

Koster menerangkan saat ini tengah memindahkan pasien dari isolasi mandiri ke tempat isolasi terpusat, menyiapkan fasilitas isolasi terpusat. Kemudian mengantisipasi peningkatan kebutuhan tempat tidur di rumah sakit, termasuk obat-obatan, oksigen, dan tenaga kesehatan.

Selain itu juga menyiapkan fasilitas hotel untuk tenaga kesehatan yang melayani pasien COVID-19 di rumah sakit, Puskesmas, dan isolasi terpusat. Upaya itu dilakukan dalam rangka peningkatan pelayanan dan mengurangi resiko penularan.

(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT