Cegah Omicron, Waket MPR Dukung Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh

ADVERTISEMENT

Cegah Omicron, Waket MPR Dukung Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh

Angga Laraspati - detikNews
Minggu, 06 Feb 2022 19:09 WIB
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mendukung langkah pemerintah untuk mengevaluasi kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua jenjang sekolah. Evaluasi dinilai perlu dilakukan untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19.

"Varian Omicron yang saat ini mewabah telah mengakibatkan munculnya gelombang 3 COVID. Demi kebaikan semua dan melindungi anak-anak sekolah maka sepakat perlu dievaluasi PTM," ujar Jazilul dalam keterangannya, Minggu (6/2/2022).

Menurut Jazilul, dalam evaluasi PTM masing-masing daerah menerapkan standar yang tidak sama, sesuai level, sehingga ada yang menutup total, ada yang tetap menjalankan PTM dengan kapasitas 50 persen. Meski PTM dievaluasi, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tetap mendorong proses pendidikan tetap berjalan.

"Yang masih memberi kapasitas 50 persen, syukur, yang tutup total harus dilakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," katanya.

Jazilul mendorong pendidikan tetap berlangsung, baik pengurangan kapasitas maupun PJJ, sebab pendidikan bagi anak-anak sangat penting. Sebagai generasi penerus bangsa, anak-anak perlu dibekali untuk menghadapi masa depan.

"Bila pendidikan terhenti maka akan bisa menyebabkan lost learning dan lost generation. Ini yang kita khawatirkan. Ancaman ini muncul ketika pandemi berjalan," ungkapnya.

Selama pandemi, pemerintah pernah menerapkan PJJ. Meski masih ada kekurangan di sana-sini, cara yang demikian disebut sebagai solusi ketika masyarakat diminta tidak membuat kerumunan.

"Kita harus tetap mencari langkah untuk mengatasi batasan-batasan di masa pandemi. Nah, PJJ merupakan langkah yang tepat di tengah masa pembatasan untuk tetap bisa menyelenggarakan pendidikan," imbuh Jazilul.

Jazilul mengakui orang tua dan anak telah mempunyai pengalaman dengan PJJ. Dengan pengalaman yang ada, dirinya yakin orang tua dan anak tetap siap ketika PJJ diberlakukan kembali.

"Ayo kita tetap semangat dalam proses pendidikan," tegasnya.

Selain tetap mendukung proses pendidikan berlangsung, Jazilul juga mendorong agar pemerintah terus memasifkan vaksin kepada anak-anak. Dengan vaksin akan membuat anak kebal dari COVID-19 atau mengurangi tingkat keparahan bila terdampak.

"Vaksin kepada anak telah dilakukan, nah ini harus kita terus dorong untuk dimasifkan," tuturnya.

(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT