Korban Tewas Flu Burung Karo Tertular Lewat Pupuk Kandang
Kamis, 11 Mei 2006 16:06 WIB
Jakarta -
Keluarga yang tewas diduga akibat flu burung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) ternyata gemar bercocok tanam. Mereka kerap membeli pupuk kandang dari Binjai dan Langkat, daerah yang unggasnya dinyatakan positif terkena avian influenza (AI).Nah, dari pupuk kandang itulah diduga sumber penularan terjadi. "Ya tertular diindikasi dari pupuk kandang. Karena satu-satunya link cuma dari situ, karena mereka tempatnya bersih, tidak positif (AI)," kata Menkes Siti Fadilah Supari.Menkes menyatakan hal itu usai penandatanganan MoU antara Depkes, Menneg PAN, dan BPKP mengenai good government di Gedung Depkes, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (11/5/2006).Menurut dia, Tanah Karo di Medan merupakan wilayah yang unggasnya negatif AI. "Setelah diurut-urut ternyata keluarga itu suka bercocok tanam dan memakai pupuk kandang yang dibuat dari Binjai dan Langkat yang merupakan tempat positif flu burung tahun 2005," jelasnya.Untuk itu, lanjut Menkes, Depkes akan mengadakan investigasi untuk meneliti dari mana asal virus maut tersebut. "Dinas Peternakan dan Departemen Pertanian sudah ke sana dan mengecek. Mudah-mudahan hari ini bisa diketahui," ujar Menkes.Seperti diberitakan, tiga pasien suspect flu burung meninggal di Karo, Medan. Ketiganya adalah Roy Karo-Karo (19), meninggal pada 9 Mei 2006. Puji Br Ginting (ibu Roy) meninggal dunia 4 Mei lalu. Ketiga, Ana Br Ginting, kerabat berusia 29 tahun yang tinggal serumah.Sebelumnya keluarga ini diketahui mengkonsumsi ayam potong yang dibeli dari pasar tradisional di Kabanjahe, ibukota Karo. Selain itu di sekitar kediaman korban juga terdapat ternak ayam dan babi.
(aan/)










































