ADVERTISEMENT

Imunitas Anggota Dewan saat Rapat Jadi Alasan Pidana Tak Sentuh Arteria

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 05 Feb 2022 07:29 WIB
Politikus PDIP Arteria Dahlan
Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan (dok. DPR)
Jakarta -

Penyidik Polda Metro Jaya tak dapat melanjutkan penyelidikan laporan Masyarakat Adat Sunda terkait pernyataan anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan yang menyinggung bahasa Sunda, ke tingkat penyidikan. Pasalnya, pernyataan Arteria Dahlan itu disampaikan dalam forum rapat resmi di Komisi III DPR tidak dapat dipidana.

Beberapa ahli berpendapat Arteria Dahlan tidak dapat dipidana karena pernyataan tersebut dikemukakan oleh politikus Demokrat itu merupakan hak dan kewenangan konstitusional DPR. Status Arteria Dahlan sebagai anggota DPR yang memiliki hak imunitas juga membuatnya tak bisa tersentuh pidana.

Sebelumnya, Arteria Dahlan dilaporkan oleh Muhammad Ary Mulia dari Masyarakat Adat Sunda ke Polda Jawa Barat atas dugaan ujaran kebencian dan SARA. Pelaporan itu dilakukan setelah beredar video Arteria dalam rapat dengan Jaksa Agung RI di Komisi III DPR, meminta agar Kajati diganti karena memakai bahasa Sunda dalam forum rapat.

"Pak JA, ada Kajati Pak, yang dalam rapat, dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda. Ganti Pak itu Pak, kita ini Indonesia Pak. Jadi orang takut kalau ngomong pakai bahasa Sunda entar ngomong apa dan sebagainya," demikian pernyataan Arteria Dahlan dalam rapat di Komisi III DPR yang beredar dalam video.

Ucapan Arteria Dahlan itu membuat masyarakat Sunda tersinggung. Arteria kemudian dilaporkan ke Polda Jawa Barat pada 20 Januari 2022.

Arteria Berbicara di Forum Rapat Resmi DPR

Kasus itu kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Penyidik Subdit Siber Polda Metro Jaya kemudian melakukan gelar perkara dengan mengundang 3 ahli.

Hasil gelar perkara menyatakan Arteria Dahlan tidak dapat dipidana, sebab pernyataan tersebut disampaikan Arteria sebagai anggota DPR dalam forum rapat resmi di DPR.

"Kami menyimpulkan berdasar pendapat para ahli dan juga pendalaman yang dilakukan penyidik dari Ditkrimsus Polda Metro Jaya, maka pendapat dari Saudara Arteria Dahlan dalam persoalan ini tidak memenuhi unsur perbuatan menyebarkan informasi yang bermuatan ujaran kebencian berdasarkan SARA yang diatur dalam Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, karena maksud dari pernyataan tersebut dalam situasi rapat resmi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (4/2/2022

Arteria Punya Hak Imunitas

Selain itu Arteria sebagai anggota DPR memiliki hak imunitas, sehingga tidak dapat disentuh hukum. Karena pendapatnya disampaikan dalam forum rapat resmi di DPR.

"Yang bersangkutan juga memiliki hak imunitas, sehingga tidak dapat dipidanakan pada saat yang bersangkutan mengungkapkan pendapatnya pada saat atau dalam forum rapat resmi yang dilakukan seperti yang terjadi dalam persoalan ini," kata Zulpan.

Simak Video 'Polisi soal 'Kajati Bahasa Sunda' Arteria: Tak Ada Unsur Ujaran Kebencian':

[Gambas:Video 20detik]




Simak di halaman selanjutnya: pendapat 3 ahli nyatakan Arteia tidak dapat dipidana.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT