ADVERTISEMENT

Bangunan Peninggalan Tionghoa Candra Naya Berdiri di Tengah Apartemen-Mal

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 04 Feb 2022 22:08 WIB
Menengok Vaksinasi di Bangunan Bersejarah Candra Naya
Bangunan Bersejarah Candra Naya (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Sebuah rumah tua peninggalan Tiongkok bernama Candra Naya berdiri kokoh di tengah gedung apartemen dan mal di Jalan Gajah Mada, Glodok, Jakarta Barat. Begini penjelasan Pemprov DKI Jakarta.

Candra Naya diperkenalkan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Twitternya, @DKIJakarta. Gedung Candra Naya, kata dia, merupakan rumah seorang Mayor Batavia beretnis Tionghoa. Selain itu, pemiliknya salah satu pemegang saham di Bank Batavia.

"Tahukah kamu? Di antara megahnya gedung-gedung bertingkat di Jakarta terdapat bangunan kuno dengan gaya arsitektur Tionghoa klasik yang masih bisa kamu temui lho!" demikian penjelasan Pemprov DKI seperti dilihat, Jumat (4/2/2022).

Cuitan Pemprov DKI lantas mendapatkan beragam respons dari netizen. Bahkan, ada pula yang mempertanyakan bagaimana bisa Pemprov DKI memberikan izin pembangunan di kawasan cagar budaya.

"Berdiri kokoh di antara mal dan apartemen. Harusnya jadi pertanyaan kenapa dulu ada yang mengijinkan gedung bersejarah ini tega ditimpa sama bangunan modern yang gak berkarakter," cuit akun twitter @adr**nsyah****.

Penjelasan Pemprov DKI soal Perizinan Candra Naya

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry menyampaikan tim ahli cagar budaya telah memberikan rekomendasi pembangunan. Jadi, izin pun bisa diterbitkan.

"Semua itu ada tim ahli cagar budaya, jadi Pemprov DKI khususnya Dinas Kebudayaan ada yang namanya dua lembaga, yaitu tim ahli cagar budaya dan tim sidang pemugaran. Yang memberikan rekomendasi adalah Dinas kebudayaan," kata Iwan saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jumat (4/2/2022).

Iwan mengatakan tim ahli memberikan keleluasaan untuk mendirikan bangunan di kawasan cagar budaya. Asalkan, tetap berkomitmen melestarikan bangunan cagar budaya.

"Jadi tim ahli cagar budaya sudah membuat catatan kepada Gedung Candra Naya, pengelolanya, kalau ingin dibangun modernitas tapi upaya pelestarian kepada bangunan cagar budaya juga jangan dilupakan. Sehingga terjadi lah seperti sekarang, bagus malah," ujarnya.

Iwan mengatakan konsep bangunan modern yang berdiri di cagar budaya ini sudah diterapkan di kota-kota dunia lainnya. Misalnya di Roma, sepanjang kawasan stasiun MRT disuguhi pameran benda peninggalan sejarah.

"Seperti di Roma itu MRT sepanjang Stasiunnya itu ada diorama ditemukannya artefak-artefak atau fragment yang dipertontonkan kepada publik. ini menarik loh. Kalau itu dijalankan, jadi bagaimana orang menikmati transportasi publik tapi sambil belajar, apa yang ditemukan dari peradaban masa lalu. Ini akan kembali memuliakan peradaban masa lalu," imbuhnya.

(taa/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT