Jaksa Tahan Anak Anggota DPRD Pekanbaru yang Sekap-Perkosa Siswi SMP

ADVERTISEMENT

Jaksa Tahan Anak Anggota DPRD Pekanbaru yang Sekap-Perkosa Siswi SMP

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 04 Feb 2022 13:20 WIB
Anak anggota DPRD Pekanbaru dilimpahkan ke Kejari dan ditahan
Anak anggota DPRD Pekanbaru dilimpahkan ke Kejari dan ditahan. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Pekanbaru -

Polisi melimpahkan tahap II kasus anak anggota DPRD Pekanbaru, AR, yang diduga menyekap dan memperkosa siswi SMP. Pria berusia 21 tahun itu langsung ditahan.

Pantauan detikcom, AR datang dibawa tim penyidik Unit PPA Polresta Pekanbaru. Tim penyidik tiba pukul 10.00 WIB didampingi Kanit PPA Iptu Mimi Wira Swarta.

Terlihat tersangka datang memakai baju kaus biru. Setelah 1,5 jam pemeriksaan, AR keluar dengan kepala tertunduk dari ruang tahap II Kejaksaan Negeri Pekanbaru.

"No comment," kata AR saat keluar ruangan tahap II dengan tangan diborgol, Jumat (4/2/2022).

"Tahap II tadi kami melakukan pengiriman tersangka dan barang bukti ke kejaksaan. Ada tahap tanya-jawab dan langsung tadi ditahan di Rutan Polresta Pekanbaru," ujar Kanit PPA.

Mimi menyebut AR datang ke Mapolresta pada Kamis (3/2) sore untuk wajib lapor. Karena akan dilakukan proses tahap II, AR langsung ditahan.

"Kemarin sore dia (AR) datang untuk wajib lapor. Karena memang hari ini akan tahap II, ya langsung kita tahan untuk dilimpahkan hari ini," katanya.

Setelah pelimpahan tahap II, kewenangan penahanan AR kini beralih menjadi tahanan kejaksaan. Namun penahanan dilakukan di Rutan Polresta Pekanbaru.

"Karena masih COVID-19, jadi penahanan dititip di Polresta. Tapi sudah jadi tahanan jaksa," kata Mimi.

Sebelumnya, kasus dugaan penyekapan dan persetubuhan menimpa siswi SMP di Pekanbaru, AS. Dia mengaku disekap dan diperkosa anak anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Eri Sumarni, AR.

Setelah menerima laporan, polisi akhirnya menetapkan AR sebagai tersangka dan ditahan pada 3 Desember 2021. Enam belas hari setelah pelaku AR ditahan, kedua orang tua sepakat berdamai pada 19 Desember 2021 di salah satu kafe di Pekanbaru.

Setelah berdamai, pihak keluarga korban mencabut laporan polisi. Ayah korban, A, mendapat uang Rp 80 juta, yang disebut sebagai biaya pendidikan.

Perdamaian kedua pihak sempat menjadi polemik. Hal ini karena kasus penyekapan dan pemerkosaan terhadap anak tidak seharusnya didamaikan ibu pelaku, yang merupakan anggota DPRD Pekanbaru.

Di tengah polemik, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi memastikan kasusnya tetap berjalan walau ada perdamaian. Dia memastikan berkas sudah dilimpahkan ke Kejari Pekanbaru.

"Dalam kesempatan ini, kami meluruskan bahwa memang telah terjadi perdamaian antara tersangka dan korban. Tapi kasus ini tetap berjalan sebagaimana mestinya," kata Pria Budi di Mapolresta akhir pekan lalu.

Lihat juga video 'Sopir Truk Diringkus Polisi Usai Perkosa Siswi SD di Mojokerto':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/mud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT