Kontroversi Mengemuka Buntut Ceramah KDRT dari Oki Setiana Dewi

ADVERTISEMENT

Kontroversi Mengemuka Buntut Ceramah KDRT dari Oki Setiana Dewi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 04 Feb 2022 07:39 WIB
Gaya Hijab Oki Setiana Dewi.
Oki Setiana Dewi (Foto: Dok. Instagram @okisetianadewi.)
Jakarta -

Ceramah Ustazah Oki Setiana Dewi tengah dikritik dan jadi perbincangan media sosial. Hal itu karena isi ceramahnya yang dianggap melanggengkan praktik kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dalam salah satu potongan isi ceramahnya yang kini tengah viral tersebut, Oki berbicara soal seorang istri yang baru saja dipukul suaminya. Namun, Oki mengatakan sang istri lalu tidak menceritakan tindakan suaminya itu ketika orang tuanya berkunjung ke rumah. Ceramah Oki itu lalu dikritik masyarakat.

Atas dasar hal itu lah, Oki dikritik sana sini. Beberapa pihak mengkritik tapi ada juga yang membela. Simak selengkapnya rangkuman detikcom.

Komnas Perempuan

Komnas Perempuan mengecam isi ceramah Oki Setiana Dewi. Ada tiga poin yang disorot oleh Komnas Perempuan.

"Komnas Perempuan menyesalkan ceramah yang berisi anjuran untuk tidak menceritakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau kekerasan terhadap istri yang dialami perempuan kepada orang tuanya. Dari ceramah itu, ada tiga poin, yaitu, pertama, tidak masalah suami memukul istri. Kedua, istri tidak boleh menceritakan kekerasan yang dialaminya karena merupakan aib rumah tangga. Dan ketiga, tidak mempercayai korban dan menilai dilebih-lebihkan," kata Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah, saat dihubungi, Kamis (3/2/202).

Menurut Siti, status Oki Setiana Dewi yang merupakan seorang penceramah harus membuatnya lebih peka dalam membagikan pesan agama yang berpihak kepada perempuan. Oki, kata Siti, seharusnya sadar bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dibenarkan dalam agama.

"Mengingat perannya sebagai penceramah, maka terdapat kewajiban untuk mendorong jemaah taat pada aturan hukum juga menyampaikan tafsir keagamaan yang berpihak terhadap perempuan. Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dibenarkan dalam Islam, termasuk suami menampar istri," jelas Siti.

Selain itu, Siti mengatakan sejumlah langkah yang harus segera diambil saat seorang perempuan menjadi korban KDRT.Langkah pertama, korban diminta segera meninggalkan rumah pelaku.

"Keluar dari rumah terlebih dahulu, bisa ke tetangga atau ketua RT/RW atau lembaga layanan karena dalam UU PKDRT masyarakat harus memberikan perlindungan korban KDRT yang meminta bantuan," katanya.

Legislator PKB

Anggota DPR RI dari Fraksi PKB Luluk Nur Hamidah menyayangkan materi ceramah Oki Setiana Dewi yang viral karena dianggap menormalkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dia menyebut Oki seharusnya sadar ucapannya berpengaruh pada pengikutnya.

"Saya menyayangkan karena beliau punya pengikut yang sangat besar. Beliau harus sadar bahwa posisinya itu sangat berpengaruh terhadap para pengikutnya. Kita harap ini jadi pembelajaran buat Mbak Oki ketika terjadi misalnya penolakan, bahkan oleh pencinta beliau," kata Luluk Nur Hamidah kepada wartawan, Kamis (3/2/2022).

"Itu artinya bahwa semakin ke sini semakin banyak orang yang memiliki kesadaran bahwa kekerasan itu bukanlah hal yang bisa dianggap normal ataupun bisa diterima. Walaupun di situ ada semacam bungkus, ya, perkawinan," sambung dia.

Menurutnya, KDRT tak bisa dianggap sebagai sebuah aib. Dia mengatakan KDRT yang ditutupi karena dianggap aib justru merugikan korban.

"Yang paling penting dalam hal ini kita harus mendukung keberanian para korban dan terutama bagi keluarga agar kasus kekerasan itu tidak bisa dianggap sebagai sebuah aib yang pada akhirnya justru merugikan korban," kata Luluk.

Simak video 'Dianggap Menormalkan KDRT, Oki Setiana Dewi Bikin Warganet Geram':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikut



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT