ADVERTISEMENT

Unud Terbitkan Aturan Pencegahan Kekerasan Seksual, Satgas Dibentuk

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 03 Feb 2022 23:46 WIB
Universitas Udayana
Universitas Udayana (Foto: dok. Humas Unud)
Denpasar -

Universitas Udayana (Unud) resmi mengeluarkan aturan mengenai pencegahan dan penanganan perundungan kekerasan seksual. Regulasi itu tertuang dalam Peraturan Rektor Nomor 12 Tahun 2021.

"Aturan ini sebagai bentuk komitmen Unud untuk menghapus segala bentuk perundungan dan kekerasan seksual di lingkungan Unud," kata Rektor Unud I Nyoman Gde Antara dalam keterangan tertulis, Kamis (3/2/2022).

Sebelumnya, isu mengenai kekerasan seksual marak di Kampus Unud. Lembaga Bantuan Hukum/Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBH/YLBHI) Bali mencatat ada 42 korban kekerasan seksual di kampus Unud.

Data itu didapatkan pihak LBH/YLBHI Bali saat melakukan pembukaan posko pengaduan bersama mahasiswa Unud sejak akhir 2020.

Terbaru, Badan Eksekutif Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa Universitas Udayana (BEM PM Unud) juga mengungkap kasus pelecehan seksual. Korbannya ialah seorang mahasiswi.

Pihak BEM PM Unud memberi sanksi sosial dengan mengunggah foto pelaku kekerasan seksual melalui akun Instagramnya. Berdasarkan postingan tersebut, pelaku bernama I Komang Awan Juniawan, yang merupakan mahasiswa Fakultas Peternakan Unud angkatan 2020.

Antara menerangkan, guna mengimplementasikan aturan tersebut, pihaknya telah membentuk Satuan Tugas Sementara Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Tim Satgas Sementara PPKS didasarkan pada Keputusan Rektor Unud Nomor 1316/UN14/HK/2021 tertanggal 22 Desember 2021.

"Satgas PPKS bertanggung jawab untuk melaksanakan segala tindakan yang bersifat preventif, preemtif, dan represif dalam pencegahan dan penanggulangan kasus-kasus kekerasan seksual yang mungkin terjadi di lingkungan Unud," terang Antara.

Menurut Antara, pembentukan Satgas Sementara PPKS sebagai wujud kepatuhan sekaligus komitmen Unud untuk melaksanakan amanat Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbud-Ristek) Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Tim Satgas Sementara PPKS Unud terdiri atas tujuh orang anggota yang terdiri atas gabungan dosen, pegawai, dan mahasiswa. Guna mengedepankan keterwakilan perempuan sebagaimana diamanatkan Permendikbud-Ristek, lima orang anggota tim Satgas diisi oleh perempuan dan 2 orang anggota lainnya adalah laki-laki.

Selain itu, tim Satgas Sementara PPKS Unud diketuai oleh seorang perempuan yang juga akademisi Fakultas Hukum Unud, yakni I Gusti Agung Ayu Dike Widhiyaastuti.

"Dengan adanya keterlibatan perempuan dalam tim Satgas Sementara ini, saya meyakini sensitivitas tim Satgas akan lebih tinggi dalam melaksanakan tugas yang berkaitan dengan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dalam lingkungan Unud," harapnya.

Kemudian untuk menjaga dan menjamin objektivitas kinerja dari tim Satgas Sementara PPKS di mata sivitas akademika Unud, unsur mahasiswa juga turut dilibatkan. Karena itu, dalam tim Satgas Sementara PPKS telah dilibatkan tiga orang mahasiswa yang terdiri atas 2 perempuan dan 1 laki-laki.

Di samping itu, Satgas Sementara PPKS Unud kini tengah menyusun rancangan pedoman pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Unud. Penyusunan pedoman tersebut bertujuan untuk dapat memaksimalkan kinerja dari tim sementara PPKS Unud itu sendiri.

"Tim Satgas Sementara PPKS sebagai unit kerja di lingkungan Unud ke depannya akan bekerja sama dengan berbagai pihak, baik itu lembaga pemerintah maupun nonpemerintah, dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Unud," ungkap Antara.

(isa/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT