ADVERTISEMENT

Robot Trading Diblokir-Rugi USD 17 Ribu, IRT Makassar Harap Bantuan Pemerintah

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Kamis, 03 Feb 2022 18:23 WIB
Ilustrasi Trading
Foto: dok. Shutterstock
Makassar -

Seorang ibu rumah tangga (IRT) sekaligus pegiat robot trading di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Nur (36), curhat merugi USD 17 ribu atau sekitar Rp 244.443.000 (kurs dolar AS 14.369 per hari ini) karena dananya tertahan di Evotrade, salah satu situs yang dibekukan pemerintah pusat. Nur berharap pemerintah membantu agar dananya dikembalikan.

"Saya harap dana saya bisa diambil dalam akun robot trading," kata Nur saat dimintai konfirmasi, Kamis (3/2/2022).

Nur berharap agar ada campur tangan pemerintah untuk membantu pengembalian dana yang tersimpan dalam akun yang telah dibekukan. Nur mengaku berhak atas uang dalam akun trading miliknya meski situs trading itu dianggap ilegal.

"Bukan uang pemerintah dan biarkan kami cairkan uang kami sehingga dananya kembali. Itu kan hak kami sebagai konsumen," kata Nur.

Nur tak henti-hentinya berharap ada jalan keluar atas kondisinya. "Semoga ada jalan keluar bagi nasabah yang akunnya terblokir," tambah dia.

Sebelumnya, Nur menjadi perbincangan karena mengaku tidak bisa melakukan pencarian dana (withdraw) setelah pemerintah memblokir situs Evotrade yang dianggap menggunakan skema Ponzi berbasis aplikasi robot trading. Nilai uang Nur di Evotrade tak tanggung-tanggung.

"Dana saya yang tertahan USD 17 ribu," ungkap Nur.

Dalam beberapa bulan terakhir ini, Nur mengaku sempat melakukan withdraw beberapa kali dengan nilai hampir Rp 20 juta. Nur mengaku nilai USD 17 ribu itu merupakan hasil usahanya dengan beberapa kali melakukan penambahan modal.

Nur juga mengaku tak hanya menggeluti satu situs trading, tapi juga beberapa aplikasi robot trading lainnya, seperti ATC, Mark AI, Sunton, dan Royalq.

"Namun dana saya yang terbanyak ada di Evotrade. Setelah pemblokiran oleh Bareskrim, kami tidak bisa melakukan pencairan dana. Setelah disegel, akhirnya macet," ucapnya.

Pada Januari lalu, aplikasi robot trading ilegal bernama Evotrade yang menggunakan skema Ponzi diungkap Bareskrim Polri. Enam orang pelaku berinisial AD, AMA, AK, D, DES, dan MS ditetapkan sebagai tersangka.

"Perusahaan ini menjual aplikasi robot trading tanpa izin, bahkan dalam melaksanakan kegiatannya menggunakan sistem Ponzi atau piramida, member get member. Jadi bukan barang dijual, tapi sistemnya," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan.

Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memblokir 1.222 situs perdagangan berjangka komoditi ilegal dan permainan judi berkedok trading. Plt Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan hal ini dilakukan karena ribuan situs tersebut tidak berizin. Upaya ini merupakan komitmen Bappebti untuk mengawasi kegiatan perdagangan berjangka komoditi, termasuk yang menggunakan binary option (opsi biner).

Simak juga 'Bareskrim Bongkar Kasus Penipuan Investasi Robot Trading Skema Ponzi':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT