Wabah Diare, Empat Tewas di Tapanuli Tengah
Rabu, 10 Mei 2006 22:38 WIB
Medan - Empat orang warga Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) dilaporkan meninggal dunia akibat terjangkit wabah diare di daerah tersebut. Sumber penyakit itu diduga dari kontaminasi sumber air minum warga dengan sungai. Kepala Dinas Kesehatan Sumut Fatni Sulani menyebutkan, jumlah korban tewas empat orang ini merupakan informasi terakhir yang diterima dari Tapanuli Tengah. Sementara korban yang diserang penyakit tersebut berjumlah 32 orang. Seluruhnya merupakan warga Desa Lumut Kecamatan Sibabangun. Daerah tersebut merupakan daerah terpencil, dan hanya bisa ditempuh dengan menggunakan perahu sekitar dua atau tiga jam menuju lokasi. Sedangkan ibukota kecamatan berada sekitar 400 kilometer dari Medan, ibukota Sumut. "Langkah-langkah antisipatif sudah dilakukan oleh pemerintah setempat. Dinas Kesehatan Provinsi telah mengirimkan tim medis serta obat-obatan ke daerah itu," kata Fatni Sulani kepada wartawan di kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Rabu (10/5/2006). Disebutkan Sulani, dari seluruh korban yang terkena wabah diare, saat ini yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Sibabangun, tinggal empat orang lagi. Sementara yang lainnya sudah kembali ke rumah masing-masing. Menurut Fatni Sulani, sumber penularan penyakit diare yang melanda warga,kemungkinan dari air Sungai Batangtoru. Warga di sana umumnya menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari. Saat musim hujan, kata Sulani, air sungai menjadi keruh. Tetapi warga masih juga menggunakan air tersebut. "Mungkin inilah salah satu penyebabnya. Jenis penyakit diare itu bisa tertular karena bakteri, virus atau lain sebagainya," tandas Sulani.
(ahm/)











































