Hidayat Minta Polri Usut 16 Nama yang Disebut Tibo
Rabu, 10 Mei 2006 20:36 WIB
Jakarta - Vonis mati atas Tibo Cs akan segera dilakukan. Sebelumnya, terpidana mati kasusPoso ini telah menyebut 16 nama lainnya yang terlibat. Tak ayal polisi pun didesak untuk mengusut nama-nama tersebut sebelum eksekusi mati dilakukan. "10-16 nama yang ditulis Tibo layak bagi pihak TNI-Polri bersegera menyelesaikannya," kata Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, usai menerima Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (10/5/2006). Menurutnya, apabila dibuat lambat maka kepastian hukum tidak terjamin dan akanmenimbulkan kerawanan keamanan. "Lebih cepat penyidikan akan lebih baik," ucapnya. Sedang soal eksekusi Tibo Cs, Hidayat mengungkapkan apabila itu merupakan bagiandari penegakan hukum, maka tidak ada alternatif lain kecuali merealisasikan apa yang telah menjadi ketentuan hukum itu. "Kapan waktu eksekusi kita serahkan kepada penegak hukum sebaik-baiknya," ujarnya. Lebih lanjut, Hidayat menyampaikan akan lebih baik jika Polri bisa membongkar sampai tuntas ke akar-akarnya siapa sesungguhnya yang terlibat dalam terorisme di Poso. "Agar kemudian bisa menghentikan teror supaya tidak terjadi di tempat lainnya," tandasnya. Hidayat juga tidak menafikan adanya intervensi pihak asing dalam kasus Tibo dan Poso ini. "Dalam dunia intenasional seperti sekarang ini sulit suatu negara steril dari intervensi pengaruh asing. Yang dipentingkan negara kita berdaulat dan bisa melaksanakan hukum secara merdeka," ungkapnya.
(ahm/)











































