ADVERTISEMENT

Nusron Wahid: Ainun Najib Dibutuhkan PBNU di Dunia Digital

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 01 Feb 2022 18:51 WIB
Nusron Wahid
Nusron Wahid (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera mau membajak Ainun Najib dari perusahaan Singapura. Hal itu dia sampaikan saat menghadiri Pengukuhan kepengurusan PBNU periode 2022-2027.

Jokowi mengatakan punya harapan agar NU memiliki platform edutech yang mampu memfasilitasi jutaan santri untuk mengaji dari kiai-kiai besar, ilmuwan, teknolog, dan enterpreneur.

Wakil Ketua Umum PBNU Nusron Wahid merespons harapan Presiden Joko Widodo tersebut. Dia mengatakan pihaknya memang membutuhkan banyak tenaga termasuk anak muda NU untuk membantu transformasi digital NU.

Nusron menilai Ainun sebagai sosok bertalenta yang dibutuhkan NU di bidang digital. Ainun dinilai sebagai seorang kader muda NU yang memiliki keahlian data sains.

"Sosok Ainun adalah salah satu orang yang dibutuhkan PBNU di dunia digital. Ada beberapa bidang yang juga diperlukan PBNU karena terkait erat dengan mayoritas warga NU berproduksi dan beraktivitas ekonomi," kata Nusron Wahid dalam keterangan tertulis, Selasa (1/2/2022).

Terkait apakah PBNU akan memulangkan Ainun, Nusron mengatakan tak akan memanggil Ainun secara khusus. Nusron meyakini jika Ainun sosok kader yang memiliki kesadaran dan keterpanggilan untuk berjuang demi kemaslahatan umat, pasti akan membantu NU melalui jalur PBNU.

"Pasti dia (Ainun) ada keinginan membantu. Meski belum bicara. Dari bahasa tubuh dan gesture hati pasti mau. Cuma pulang atau tidak pulang hanya masalah cara saja. Yang penting misi tercapai dan tujuan done dan delivered," ujarnya.

Nusron melanjutkan, PBNU kini memang sedang fokus pada pemberdayaan masyarakat di bidang produksi. Menurutnya, pemberdayaan di bidang produksi untuk menambah aspek persediaan dalam rantai ekonomi warga NU.

"Selain Ainun dan dunia digital kita juga butuh tenaga pemberdayaan masyarakat yang konsen di bidang produksi. Untuk menambah dimensi supply side dalam rantai ekonomi warga NU, terutama di sektor UMKM, pertanian, perkebunan, peternakan dan kelautan," kata dia.

Pasalnya, anggota Komisi VI DPR RI itu menilai selama ini warga NU hanya kuat di sisi demand side. Menurutnya, jika NU kokoh dalam bidang produksi, secara otomatis aspek konsumsi akan mengalami perbaikan.

"Untuk itu, PBNU terbuka dan butuh talenta muda untuk berkhidmat," ujarnya.

Simak juga Video: PBNU Ultimatum Admin Akun Twitter @nahdlatululama

[Gambas:Video 20detik]




(fca/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT