Cak Anam Ancam DO Anggota FKB

Cak Anam Ancam DO Anggota FKB

- detikNews
Rabu, 10 Mei 2006 19:42 WIB
Jakarta - Bukan hanya anak sekolah saja yang bisa drop out alias DO. Anggota fraksi di DPR juga bisa. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) hasil muktamar Surabaya bahkan mengancam anggota fraksinya untuk di-DO kalau rapornya jelek.Hal ini disampaikan Ketua Umum Dewan Tanfidz Choirul Anam saat menutup Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Musyawarah Kerja Nasional PKB di Gedung Asrama Haji Pondok Gede, Jl Pondok Gede Raya, Jakarta Timur, Rabu (10/5/2006).Pria yang akrab disapa Cak Anam ini mengatakan, semua anggota FKB akan dievaluasi kinerjanya. Kalau dinilai jelek maka akan dikeluarkan."Dalam waktu dekat kami akan utus semuanya menertibkan anggota FKB di DPR, akan kami lihat rapornya. Kalau memang sekolahnya tidak benar, bila perlu kita DO dan dikembalikan ke kelas nol," ujar Cak Anam.Cak Anam mengaku kecewa atas kinerja anggota FKB di DPR selama dua periode terakhir ini. "Kawan-kawan kita, kita didik dua periode di lembaga legislatif ternyata hasilnya tidak memuaskan," kritik Cak Anam.Ditegaskan dia, PKB yang dipimpinnya akan dijalankan secara transparan, terbuka serta berlandaskan AD/ART partai."Tidak ada lagi orang dihukum tanpa salah, tidak ada lagi orang dibekukan karena dekrit, dan tidak ada lagi orang diancam ke sana ke mari," imbuh dia.Soal TubanCak Anam juga menyesalkan kerusuhan di Tuban beberapa waktu lalu. Ia lantas berharap pemerintah segera menetapkan PKB yang sah, karena massa yang melakukan aksi pembakaran mengatasnamakan PKB."Wakil Bupati Tuban terpilih memang dari PKB saya. Saya tahu bakal menang, soalnya para ulama di sana mendukung ini. Ternyata menang dan malah terjadi anarkisme," keluh Cak Anam.Seperti diketahui, pasangan Haeni Relawati dan Lilik Suharjono memang didukung Golkar dan PKB Cak Anam. Namun karena saat itu ada dualisme PKB, KPUD lantas mempertanyakan calon dari PKB. Dalam perjalanannya, PKB Cak Anam memilih untuk tidak menjagokan lagi pasangan Haeni-Lilik. Sementara PKB Muhaimin Iskandar berkolaborasi dengan PDIP menjagokan Noor Nahar Hoesin-Go Tjong Ping. Awalnya pasangan ini juga mendapat respons yang bagus dari warga. Namun menjelang Pilkada ada rumor ijazah Go Tjong Ping palsu. Alhasil pasangan ini akhirnya kalah. (nvt/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads