Indonesia Usul Pengamanan Selat Malaka Ditingkatkan

Indonesia Usul Pengamanan Selat Malaka Ditingkatkan

- detikNews
Rabu, 10 Mei 2006 19:36 WIB
Jakarta - Pengamanan Selat Malaka penting untuk dilakukan. Oleh karena itu dalam pertemuan ASEAN Defence Ministry Meeting (ADMM) di Kuala Lumpur, Malysia, Indonesia mengusulkan supaya pengamanan Selat Malaka dan Singapura ditingkatkan.Alasannya, karena hampir 38 persen perdagangan dunia, terutama perdagangan energi melewati kedua jalur selat tersebut."Kita mengajukan gagasan untuk lebih mendalami pentingnya Selat Malaka dan Singapura. Bukan hanya sebagai wilayah yang perlu diawasi dan dipatroli secara bersama, tapi melihat kawasan Selat Malaka dan Singapura sebagai wilayah yang penting untuk perdagangan dunia," kata Menhan Juwono Sudarsono di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng Jakarta Barat, Rabu (10/5/2006).Hal itu disampaikan Juwono usai melakukan pertemuan ADMM I di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu 9 Mei 2006. Pertemuan dihadiri 9 dari 10 negara ASEAN kecuali Myanmar.Menurut Juwono, sekitar 38 persen dari 90 persen peradagangan dunia selama ini melewati Selat Malaka dan Singapura. Oleh sebab itu, Korea Selatan, Jepang, dan Cina sangat tergantung dari keamanan dan pengamanan ASEAN terhadap lalu lintas dagang atau lalu lintas BBM yang diperlukan ketiga negara Asia Timur Laut tersebut dari wilayah Timur Tengah."Ini penting karena perekonomian Cina dan Jepang adalah keempat terbesar dan kedua terbesar setelah negara-negara barat. Untuk itu penting sekali pengamanan di kedua selat tersebut," tandas Juwono.Juwono menambahkan, dalam pertemuan di Kuala Lumpur, Dephan RI mengajukan pentingnya pemantauan keamanan energi, baik yang melewati Asia Tenggara maupun bersumber dari Asia Tenggara sendiri. "Untuk itu negara-negara ASEAN dan Dephan masing masing negara harus ikut serta memetakan kepentingan kemanan energi masing-masing negara. Dengan harapan semua kekuatan tiga angkatan negara ASEAN ikut menjalankan kebijakan yang digariskan oleh Dephan masing-masing negara ASEAN," tutur Juwono.Juwono juga menjelaskan dalam pertemuan ADMM itu, dibahas berbagai masalah yang berhubungan dengan kesepakatan kepala pemerintahan negara ASEAN selama lima tahun terakhir khususnya tentang pendirian ASEAN Security Community atau ASC dalam KTT di Bali tahun 2003 lalu. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads