Viral Cerita Pasien OTG 'Dipaksa Karantina di Fasilitas Jorok'

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Feb 2022 12:40 WIB
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7
Jakarta -

Pasien OTG Corona di Surabaya mengalami hal tak mengenakkan saat diminta menjalani isolasi di karantina terpusat. Tempat karantina disebut jorok dan tidak higienis.

Pengalaman itu disampaikan akun @swimmin_dory di akun media sosial Twiternya. Dia mengaku 'dipaksa' menjalani isolasi di tempat karantina terpusat.

"Sedih banget dipaksa karantina di fasilitas yang ga jelas, ga higienis dan alur tidak clear," cuitnya di Twitter, seperti dilihat, Selasa (1/2/2022). Pemilik akun sudah mengizinkan cuitannya dikutip.

Pasien tersebut menceritakan awal mula terpapar Corona. Dia mengatakan awalnya melakukan perjalanan dari Cilegon ke Mojokerto. Dia sempat menjalani tes PCR dengan hasil negatif.

Keesokan harinya, dia melakukan perjalanan ke Surabaya lewat jalur udara. Pasien ini juga menceritakan kondisi kesehatannya saat itu pegal-pegal.

Dia kemudian diminta dokter untuk melakukan tes PCR ulang, dan hasilnya positif COVID.

"Karena ga ada gejala, aku putuskan isoman di rumah. Bapak ibuk di lt bawah, aku lt atas. Kondisi dah lengkap alat dan fasilitas trpisah," tulisnya.

Namun, keesokan harinya, dia mengaku dihubungi pihak Puskesmas untuk diminta melakukan tes PCR beserta keluarganya. Saat di lokasi, dia menyebut ada petugas yang memintanya untuk menjalani karantina terpusat di Hotel Asrama Haji.

"Mereka ga terima alasan apapun. Aku bilang fasilitas dirumah uda trpisah semua, mereka ga peduli. Ttp wajib di HAH... aneh bgt maksa? Pdhl di peraturan kemenkes boleh isoman," jelasnya.

Singkat cerita, pihak RT meminta pasien tetap meminta untuk dilakukan isolasi di karantina terpusat yang disiapkan. Namun ketika sampai di tempat isolasi terpusat, pasien dikagetkan dengan kondisi Hotel dan ruangan yang kotor.

"Kalo karantina dipaksa di fasilitas pemerintah kan brrti krn fasilitas kita ga mumpuni ya.... lha kok malah tambah kyk gini? Ini mah negatif covid trus positive herpes sama pes gimana.... juorok buangeeeeet sampah diambil 1x sehari pdhl isinya makanan... bau kan..," jelas dia.

Respons Kemkes

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan sejatinya lokasi karantina terpusat harus layak dan ada tim gabungan yang memberikan penilaian. Satgas daerah setempat diminta lakukan evaluasi.

"Yang pasti harus layak ya dan ada tim gabungan yang akan memberikan penilaiannya," kata Siti kepada wartawan secara terpisah.

"Tentunya masukan dari masyarakat menjadi bahan evaluasi perbaikan satgas dan dicoba dicarikan jalan keluar yang tentunya tetap demi keselamatan bersama," imbuhnya.

Siti mengatakan isolasi terpusat seharusnya diwajibkan untuk pelaku perjalanan luar negeri. Sedangkan perjalanan domestik menurut aturan diizinkan untuk isolasi mandiri.

"Kalau PPLN harus isolasi terpusat," jelasnya.

Lokasi Karantina Mulai Dibenahi

Pasien OTG akun @swimmin_dory menuturkan per pagi ini, Selasa (1/2), sejumlah petugas sudah mulai membenahi ruangan isolasi di tempat karantina terpusat. Bersih-bersih juga dilakukan.

"Update, di sini dah banyak orang mulai beberes, wallpaper2 yg dah mlungker2 ini lagi digarap... mulai dibersihkan sapu pel... semoga lift nya juga segera nyala yaaa," katanya.

Dia menyayangkan lokasi karantina terpusat justru kondisinya tidak higienis.

"Kenapa dipaksa ke sini, tidak boleh isoman di rumah sendiri walau fasilitas lengkap (pdhl tanpa gejala dihimbau isoman aja). Kondisi tmpt karantina yg belum siap," katanya.

Simak juga Video: Kata Satgas Soal Viral Fasilitas Hotel Isolasi Covid-19 RI Tak Layak

[Gambas:Video 20detik]




(idn/gbr)