Terlibat Korupsi, 10 Staf Oxfam di Aceh akan Dipecat

Terlibat Korupsi, 10 Staf Oxfam di Aceh akan Dipecat

- detikNews
Rabu, 10 Mei 2006 16:42 WIB
Banda Aceh - Penyelidikan Oxfam mengenai penyalahgunaan dana kemanusiaan di kantor Oxfam Aceh Besar telah selesai. Duapuluh dua staf yang terlibat ditindak tegas, sedangkan 10 staf lainnya yang juga terlibat diancam akan dipecat. Dana yang diselewengkan senilai US$ 22.000 atau sekitar Rp 191.400.000. "Jumlah uang yang diselewengkan nilainya tidak terlalu besar, akan tetapi Oxfam bersikap terbuka dengan melaksanakan penyelidikan yang menyeluruh, kami harap bisa menunjukkan bahwa kami tidak menolerir penyelewengan apa pun," ujar National Media Officer, Oxfam Banda Aceh, Yon Thayrun pada detikcom, Rabu (10/05/2006). Sebab, kata Yon, Oxfam menegakkan standar akuntabilitas yang setinggi-tingginya baik kepada donor dan kepada 300.000 orang di seluruh Aceh yang menerima bantuan Oxfam. Ditambahkan dia, selesainya penyelidikan terhadap penyelewengan dana ini memungkinkan pekerjaan pemulihan pasca tsunami bisa dilanjutkan sepenuhnya setelah penundaan selama empat minggu untuk layanan non-esensial di kantor proyek Aceh Besar. Proses penyelidikan, disebutkan Yon, menurunkan tim internasional dari PricewaterhouseCoopers. "Penyelidikan yang dilakukan Oxfam telah berhasil mengungkap penyelewengan dana sebesar US$ 22.000 atau sekitar Rp 191.400.000. Dana dana sebesar US$ 20.000 atau Rp 170.000.000 telah kembali ke Oxfam," paparnya sembari mengatakan bahwa penyalahgunaan dana tersebut terpusat pada perbedaan-perbedaan jumlah yang dibayarkan kepada penyuplai barang dan jumlah barang yang dikirim. Dikatakan dia, Oxfam mengakui walaupun standar kebijakan dan prosedur Oxfam tinggi, namun dari hasil penyelidikan masih ditemukan kelemahan sistem manajemen dan monitoring. Kondisi ini diperparah dengan tingginya tingkat keluar masuk pegawai dan kesulitan melakukan rekrutmen karena tidak tersedianya SDM yang cukup di Aceh sehingga memunculkan peluang tejadinya penyelewengan dana. "Penyelidikan juga menghasilkan beberapa rekomendasi untuk perbaikan sistem dan pelatihan staf, yang akan dilaksanakan oleh Tim Management Oxfam di Aceh untuk 3 bulan ke depan sambil memperkuat tim logistik dan tim sumber daya manusia," tandas dia. (asy/)


Berita Terkait