Hamzah Haz & Alawy Muhammad Doakan Soeharto
Rabu, 10 Mei 2006 16:42 WIB
Jakarta - Mantan Wapres Hamzah Haz, KH Alawy Muhammad, dan KH Faruq, mengunjungi mantan Presiden Soeharto di RSPP. KH Alawy Muhammad dari Sampang, Madura, memimpin doa bagi kesembuhan penguasa Orde Baru itu.Rombongan Hamzah Haz tiba di RS Pusat Pertamina (RSPP), Jl Kiai Maja, Jakarta Selatan, Rabu (10/5/2006), sekitar pukul 14.30 WIB. Hamzah dan rombongan mengunjungi Soeharto tidak lebih dari 40 menit. Rombongan keluar sekitar pukul 15.15 WIB."Tadi Pak Kiai mendoakan Pak Harto agar diberi kekuatan. Doa orang yang sakit itu lebih makbul," kata Hamzah Haz.Hamzah mengaku dirinya tadi ditemui oleh puteri Soeharto yakni, Tutut dan Titiek. Hamzah tidak sempat bicara langsung karena Pak Harto masih tampak batuk-batuk serta dibantu dengan alat pernafasan dan infus.Menyangkut pengampunan bagi Seoharto, Hamzah mengatakan, "Hak ini ada pada aparat penegak hukum. Tentunya dengan pertimbangan hati nurani dan setelah mendengar keterangan tim dokter. Kalau kata tim dokter diterus ya diteruskan. Tapi kalau kata tim dokter tidak bisa diteruskan, kenapa ragu-ragu."Hamzah Haz mengatakan, proses politik untuk kasus Soeharto sudah selesai dengan keluarnya TAP MPR XI tahun 1998. "Ini bukan lagi area politik, tapi area hukum," terang dia sambil menambahkan agar aparat hukum tidak sembarangan dalam mengambil keputusan.Wapres masa Presiden Megawati ini menilai ada keragu-raguan dari aparat penegak hukum termasuk dari Jaksa Agung. "Jaksa Agung jangan ragu-ragu," cetusnya.Jaksa Agung butuh arahan presiden? "Jangan dong. Ini kan berbeda antara eksekutif dengan yudikatif."Hamzah juga mengaku tidak setuju dengan rencana pemberian amnesti dan abolisi bagi Seoharto. "Kalau itu bisa diberikan kalau sudah diproses hukum, misalnya kena hukuman apa, baru diberikan abolisi atau amnesti," terangnya.
(san/)











































