Lautan Sampah di Bandung, Guru dan Siswa Kenakan Masker

Lautan Sampah di Bandung, Guru dan Siswa Kenakan Masker

- detikNews
Rabu, 10 Mei 2006 16:09 WIB
Bandung - Bau tak sedap menyengat di Sekolah Dasar Negeri Babakan Sentral, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Lalat-lalat bertebaran hingga masuk ke ruang-ruang kelas. Kondisi ini diperparah lagi dengan mengalirnya air lindi (sampah). Kondisi ini diakibatkan oleh menumpuknya sampah di tempat pembuangan sampah (TPS). Sampah-sampah ini menggunung hingga ketinggian 4 meter lebih di dekat sekolah itu. Jarak antara sekolah dasar dengan TPS hanya sekitar 4 meter. Sampah-sampah plastik juga tampak menumpuk persis berada di selokan sekolah dasar itu. Guru dan murid pun memakai penutup hidung. "Saya paling cerewet meminta kepada murid-murid untuk jangan beli makanan di luar sekolah lagi," ujar Kepala Sekolah Dasar Negeri Babakan Sentral, Tursida saat ditemui di ruang kantornya, Jl. Terusan PSM No 2, Kecamatan Kiaracondong, Bandung, Rabu (10/05/2006). Tursida tampak kesal dengan menumpuknya sampah di depan sekolahnya itu. Tak jarang dirinya pun banyak menerima keluhan dari guru dan murid-muridnya. Guru-guru yang mengajar terpaksa mesti memakai masker. Murid-murid juga tampak menutup hidungnya dengan menggunakan sehelai tisu.Ketidaknyamanan proses belajar mengajar di sekolah ini sudah hampir berlangsung hingga 2 tahun terakhir ini. Namun, menurut Tursida, tak satu pun datang perhatian dari pemerintah untuk membereskan persoalan sampah itu. Ia mengaku sudah bosan dan lelah untuk menyampaikan keluhan sampah yang berada persis berada di depan sekolahnya itu. Beberapa kali ia bertemu dengan Walikota Kota Bandung, Dada Rosada. Namun tempat pembuangan sampah itu tak pernah dipindahkan dari depan sekolahnya itu.Ia mengaku hingga saat ini belum ada laporan adanya siswa didiknya yang sakit parah akibat sampah itu. Namun terkadang para muridnya itu suka mengeluh pusing dan mual. Saat ini ada sekitar 800 murid yang sekolah di sini. Ia meminta agar Dinas Kesehatan Kota Bandung segera mengecek kondisi kesehatan murid dan guru-guru. "Untuk mengusir lalat-lalat sekolah kami sudah disemprot. Tapi tetap saja tak ampuh," ujar dia kesal. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait