Pono Waluyo:
Hidup Saya Kini Berantakan!
Rabu, 10 Mei 2006 16:07 WIB
Jakarta - Staf Mahkamah Agung Pono Waluyo yang saat ini menjadi terdakwa kasus penyuapan dari Probosutedjo ke MA mengaku hidupnya kini berantakan. Bahkan dirinya dianggap membuat malu keluarga."Berat, Pak. Hidup saya sekarang berantakan," ujar Pono di sela-sela sidang Tipikor kepada detikcom, di Pengadilan Tipikor, Gedung Uppindo, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (10/5/2006).Sejak ditetapkan sebagai terdakwa kasus MA, kehidupan keluarga Pono berubah drastis. Ibunda Pono, Sutanem (81), sangat terkejut dan akhirnya menderita stroke hingga lumpuh.Suwarni (48), adik Pono satu-satunya, marah dan tidak mau menemui Pono lagi sampai hari ini. "Saya dibilangnya bikin malu keluarga," ungkapnya sambil menghela napas.Keempat anak Pono pun terancam putus sekolah. Muhammad Murjoko (21) terpaksa berhenti kuliah untuk mencari kerja. Indah Saputra Hadayani (17), Wahyudi Prasetyo (14), dan Desi Ayu Pratiwi (11) akan menghadapi ujian kelulusan tapi tidak memiliki biaya.Pono mengaku menghabiskan masa kecilnya di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Semasa kecil dia senang menangkap burung jalak dengan jaring di persawahan bersama teman-temannya. Ayah Pono, Sugiyanto (89), adalah pensiunan tentara dan hingga kini masih tinggal di Ungaran.Kepada detikcom, Pono menilai Ketua MA Bagir Manan layak dipanggil ke persidangan. "Kalau Ibu Harini kan dia bilang pernah menghadap Bagir. Kalau saya kan nggak pernah," kata Pono pasrah.Pono mengaku meminta istrinya, Tri Wahyanti, menengok seminggu sekali di tahanan Polda Metro Jaya untuk menghemat biaya. Bahkan agar mendapat makan gratis di rutan Polda Metro Jaya, Pono kerap mencuci piring."Pasrah saja. Namanya juga kejeblos gara-gara atasan," tandasnya sambil menghisap rokok dalam-dalam.
(san/)











































